Ketua KPK: Modus Korupsi Di Daerah Mudah Dibaca dan Ditebak

0
160
Ketua KPK Agus Rahardjo.

Pekalongan, NAWACITA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan kepala daerah agar tidak terjebak dalam berbagai modus korupsi.

Dalam kegiatan Roadshow di Pekalongan, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa korupsi didaerah sangat mudah dibaca. KPK bisa menebak jika sebuah daerah telah terjadi tindakan korupsi oleh para pejabat.

“Yang sering didapatkan yaitu masalah pengadaan barang, pemenang lelang maupun mutasi jabatan. Ini salah satu contohnya. Oleh karena itu, harus benar-benar hati-hati dalam menggunakan anggaran negara jika tidak ingin berurusan dengan hukum,” kata Agus Raharjo pada acara `Roadshow` di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Jumat, (5/10).

Penanganan OTT dan penemuan korupsi di daerah selalu mengedepankan dua barang bukti yang cukup. Bila tidak ditemukan bukti maka susah bertindak, makanya dibutuhkan peran masyarakat untuk membersihkan kasus korupsi di negeri ini.

“Kami baru saja kembali mengungkap korupsi yang terjadi di Ambon dan Pasuruan (Jawa Timur), semoga tidak ada lagi kepala daerah yang ditangkap KPK,” katanya pula.

Menurut dia, sebenarnya KPK bukan hanya melakukan penindakan semata namun juga mensosialisasikan terkait antikorupsi.

“Bahkan anggaran kami terbanyak adalah untuk melakukan sosialisasi dari pada penindakan. Yang paling berbahaya lagi adalah teman dekat dari seorang kepala daerah karena kebanyakan yang melaporkan (kasus korupsi) adalah orang-orang di sekitar kepala daerah,” katanya pula.

Ia mengatakan sebanyak 7.000 laporan terkait kasus korupsi antara lain berasal dari istri wali kota, sekretaris daerah (sekda) hingga kepala Bappeda. Artinya, pelaporan biasanya dilakukan oleh orang-orang terdekat kepala daerah.

“Kemudian setelah kami pelajari dan melakukan pantauan dari laporan tersebut, terjadilah yang dinamakan operasi tangkap tangan,” tandasnya.

 

 

 

(Red: Pendi, sumber Antara)

Tinggalkan Balasan