Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Ditangkap KPK Setelah Mangkir Dari Pemeriksaan

0
192
Juru bicara KPK, Febri Diasnyah

Jakarta, NAWACITA– Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap sekaligus menahan ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut M Faisal setelah sebelumnya telah ditetapkan sebagai  suap kepada DPRD Sumut periode 2009-2014 dan 2014-2019 di kota Medan.

“Siang ini, tim kita telah menangkap M Faisal ketua fraksi Golkar di DPRD Provinsi Sumut. Dia ditangkap di Perumahan Villa Asoka A-9, Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Medan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Rabu (26/9).

Diutarakan Febri, M Faisal telah dibawa  untuk menjalani pemeriksaaan di Polsek Sunggal Kota Medan dan direncanakan pada hari ini juga dibawa ke gedung KPK Jakarta untuk proses lebih lanjut.

“Tersangka sebelumnya telah dipanggil tiga kali, namun dua kali tidak datang. 16 Juli 2018 hadir, pada 7 dan 24 September 2018 tidak hadir,” ungkap Febri.

Dalam penangkapan tersebut, KPK mendapatkan bantuan dari tim dari Polda Sumatra Utara dalam pengamanan.

“Kami ingatkan pada tersangka lain agar kooperatif dan hal ini menjadi pelajaran agar memenuhi panggilan penyidik dan mengikuti proses hukum yang berlaku,” kata Febri.

Dari 38 orang tersangka yang diproses dalam kasus tersebut, terhadap 21 orang baik mantan maupun anggota DPRD Sumut telah ditahan KPK antara lain Rijal Sirait, Rinawati Sianturi, Rooslynda Marpaung, Fadly Nurzal, Sonny Firdaus, Muslim Simbolon, Helmiati, Mustofawiyah, Tiaisah Ritonga, Arifin Nainggolan, Elezaro Duha, Tahan Manahan Pangabean, dan Passiruddin Daulay.

Selanjutnya, Biller Pasaribu, John Hugo Silalahi, Richard Eddy Marsaut, Syafrida Fitrie, Restu Kurniawan Sarumaha, Musdalifah, Rahmianna Delima Pulungan, dan Abdul Hasan Maturidi.

Anggota DPRD Provinsi Sumut yang ditetapkan sebagai tersangka karena diduga melakukan tindak pidana korupsi memberi atau menerima hadiah terkait fungsi dan kewenangan anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019. Sebanyak 38 anggota DPRD Sumut 2009-2014 dan/atau 2014-2019 tersebut diduga menerima hadiah atau janji dari mantan Gubernur Sumatra Utara Gatot Puji Nugroho.

Tinggalkan Balasan