Kepulauan Nias Menyongsong Sail Nias 2019, KSOP dan Pelindo Gunungsitoli buat Ulah

2
563
Kepulauan Nias Menyongsong Sail Nias 2019, KSOP dan Pelindo Gunungsitoli buat Ulah
Kepulauan Nias Menyongsong Sail Nias 2019, KSOP dan Pelindo Gunungsitoli buat Ulah

Nias, NAWACITA – Kegiatan Pariwisata di Kepulauan Nias, mulai menggeliat. Pasalnya, even bertaraf internasional, Sail Nias 2019 akan dilangsungkan di Wilayah Kepulauan Nias beberapa pekan mendatang. Ketua Umum Panitia Nasional, Prof. Yasonna yang juga Putra Terbaik Nias, menegaskan kesiapan semua elemen masyarakat Nias.

Baca Juga: Pelabuhan Gunung Sitoli, Amburadul dan Penuh Preman Menjelang Sail Nias 2019

Beliau dalam pertemuan dengan kepala daerah dari Kepulauan Nias (Nisel, Nisut dan Kota Gunungsitoli) beberapa pekan yang lalu di kantornya di Kemenkumham RI, Jakarta 25/7/2019, meminta dengan sangat kepada para Bupati untuk mengerahkan segala daya upaya untuk membenahi diri dan daerahnya masing-masing.

“Ini adalah event internasional. Yang datang  adalah pengunjung dari berbagai daerah dan negara di belahan dunia. Kegiatan akbar pariwisata ini merupakan untuk pertama kalinya di adakan di Kepulauan Nias. Maka, ini kesempatan kita sebagai Ono Niha, untuk menunjukkan kepada dunia, bahwa kita memiliki potensi alam dan budaya yang tidak ada duanya” kata Mentri Menkumham dan juga sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Hukum, HAM dan Perundang-undangan.

Namun, himbauan sebijak dan sebagus apapun untuk melakukan yang terbaik, tapi tetap saja ada oknum-oknum tertentu yang seolah tidak peduli dan menganggap pesan-pesan itu sebagai angin lalu. Boleh jadi karena merasa tidak memiliki terhadap aset dan pembangunan di kepulauan Nias.

Salah satunya adalah KSPO dan Pelindo cabang Gunungsitoli yang terkesan tutup mata dan telinga terhadap apa yang perlu dipersiapkan menyambut perhelatan akbar sekepulauan Nias itu. Acara ini bukan hanya acara Nias Selatan yang kebetulan puncaknya diadakan disana, dan rencananya akan dihadiri oleh Presiden RI Joko Widodo.

Akses masuk dan keluar melalui jalur udara dan laut merupakan hal yang mutlak diperlukan untuk menunjang akomodasi pengunjung di Nias yang terdiri dari kepulauan itu.

Beberapa waktu terakhir, santer terdengar dan beredar di media sosial tentang kinerja KSPO dan Pelindo Cabang Gunungsitoli yang terkesan lambat dan tetap membiarkan kebobrokan dalam penangan opreasional di Pelabuhan Angin Gunungsitoli yang menjadi urat nadi perekonomian di Kepulauan Nias.

Munculnya kesan pelabuhan yang tidak tertata dengan baik, kotor, maraknya pungutan liar, dan banyak preman, harusnya menjadi catatan kepada KSPO dan Pelindo untuk memperbaiki diri. Apalagi dengan pengalaman menyakitkan seorang penumpang beberapa waktu yang lalu (12/08/2019), mengalami pelecehan dengan kata-kata oleh preman di sekitar pelabuhan dan yang terkesan dibiarkan oleh petugas dan aparat yang piket disana setiap malam keberangkatan.

Kepulauan Nias adalah milik kita, Nias adalah kebanggaan kita. Pelabuhan Angin Gunungsitoli bukanlah hanya milik masyarakat yang terdaftar di Kota Gunungsitoli, tetapi juga milik seluruh masyarakat Nias dimanapun berada. Sebab, kita orang Nias pasti tidak akan melupakan tanah kelahiran kita. Maka, sangatlah mengecewakan bila diantara oknum-oknum ada yang  merasa tidak memiliki pelabuhan Angin Gunungsitoli. Apakah mungkin karena pemimpin disana bukan berasal dari putra daerah Nias, sehingga membiarkannya begitu saja. Atau ada alasan lain yang bisa diterima akal oleh masyarakat.

Atau KSPO dan Pelindo Gunungsitoli mau mencatatkan namanya sebagai Perusahaan BUMN yang terus merugi dan merongrong keadilan untuk seluruh rakyat Indonesia. Hanya KSPO dan Pelindo Gunungsitoli yang tahu…

2 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan