Kemenkeu Berencana Terbitkan Kebijakan Tambahan Selamatkan Nilai Tukar Rupiah

0
40
Menteri Keuangan Sri Mulyani. (Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berencana mengeluarkan kebijakan tambahan untuk menekan depresiasi rupiah terhadap dollar.

Dinamika ekonomi global yang tidak memberikan keuntungan bagi negara-negara berkembang membuat dollar semakin perkasa dengan beberapa nilai tukar  uang termasuk Indonesia.

“Pemerintah terus menjaga fleksibilitas dan bersikap mau berubah dan memperbaiki formula kebijakan, kalau kondisi global terus bergerak,” ujarnya di Jakarta, Jumat, (5/10).

Saat ini diterangkan Sri Mulyani, pemerintah bersama dengan Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan terus mewaspadi dan  memantau perkembangan ekonomi global yang terus bergerak dinamis.

“Kita lihat aspek ekonomi kita, apakah mampu menyerap dinamika yang terjadi, mulai dari kurs, capital inflow, neraca di lembaga keuangan, korporasi dan APBN. Termasuk kondisi di moneter dan riil, itu semua kita jaga,” katanya.

Dalam negeri lanjut Srimulyani, pemerintah terus berkoordinasi penguatan kondisi ekonomi dari dalam dengan perbaikan neraca transaksi berjalan, yang masih mengalami defisit, dengan menekan impor barang konsumsi maupun mendorong program pemanfaatan biodiesel 20 persen (B20).

Namun, pemerintah juga memastikan kemungkinan adanya perubahan formula kebijakan, apabila kondisi ekonomi global semakin sulit diprediksi, untuk memperkuat ketahanan fundamental dalam negeri dan tidak rentan dari tekanan eksternal.

“Terdapat beberapa konsekuensi dari tiap kebijakan, jadi makanya kita tetap berhati-hati dengan menyakinkan kondisi perbankan kita tetap baik,” ujar Sri Mulyani.

Meski demikian, pemerintah juga akan memperkuat sisi fiskal dengan merumuskan APBN 2019 yang kredibel dan menyesuaikan dengan perkembangan global terkini agar dapat menjadi insentif untuk mendukung kinerja pembangunan.

Selain itu, pemerintah akan terus berkomunikasi dengan para pelaku usaha agar mau memanfaatkan momentum saat ini untuk mendorong kinerja ekspor agar dinamika global tidak berdampak negatif terhadap ketahanan perekonomian Indonesia.

 

 

 

(Red: Hulu, sumber Antara)

Tinggalkan Balasan