Kemendikbud Tetapkan Desa Bawamataluo, Nias Sebagai Cagar Budaya Nasional

0
94
Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru menerima sertifikat penetapan desa Bawamataluo sebagai cagar alam nasional dari Kemendikbud.

Nias, NAWACITA– Desa Bawamataluo yang berada di puncak Kabupaten Nias selatan ditetapkan sebagai cagar budaya Nasional oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan.

Desa Bawamataluo dianggap telah berhasil melestarikan budaya dari ratusan tahun lalu. Salah satu tradisi yang menjadi ciri khas orang Nias yaitu Lompat Batu masih eksis sebagai kebudayaan yang memberikan magnet sendiri sebagai sebuah atraksi budaya.

Direktur Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan Tradisi, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Sri Hartini langsung menyerahkan piagam penetapan ini yang diterima oleh wakil bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru.

Saat menyampaikan sambutanya, Sabtu (18/11) di desa Bawamataluo, Nias Selatan. Sri menerangkan bahwa desa ini dulunya sering perang sehingga dipagari dengan batu.

“Jika mau perang maka harus loncat batu. Maka ini menjadi ukuran kedewasaan seseorang untuk menjadi prajurit dan dibolehkan berperang,” katanya.

Dilanjutkanya, berada jauh di bagian ujung barat laut nusantara, Kepulauan Nias yang terdiri dari 4 (empat) kabupaten dan 1 (satu) kota menyimpan potensi budaya yang sungguh unik dan eksotik.

Berbagai publikasi, baik dalam bentuk laporan hasil penilitian, penerbitan buku, film dokumenter, dan ekspose media massa banyak memaparkan keeksotikan kehidupan masyarakat yang mendiami pulau ini.

“Tradisi lelehur tetap dijaga dan dilestarikan masyarakat Nias seperti omo hada (rumah adat), hombo batu (lompat batu), kesenian, kearifan lokal yang masih ditemukan ditengah-tengah masyarakat Nias. Dan paling eksotiknya adanya di desa Bawamataluo,”tandasnya.

Wakil Bupati Nias Selatan Sozanolo Ndruru berharap penetapan cagar budaya nasional di desa Bawamataluo membuka jalan untuk meraih kepercayaan masyarakat dunia akan pelestarian budaya Nias.

“Saya harap budaya kita Nias ditetapkan oleh Unesco sebagai cagar alam dunia. Kita menginginkan agar pelestarian alam dan budaya Nias bisa diakui secara Internasional,”ungkapnya.

Reporter: Fizly Ciputri Ndruru, Red: Ask.

Tinggalkan Balasan