Kemendagri Intruksikan Jajaran Musnahkan KTP-E Rusak Hingga 20 Desember

0
34
Penemuan KTP-E yang tercecer. (Foto: Ant)

Jakarta, NAWACITA– Kementrian Dalam Negeri memastikan persoalan kartu tanda penduduk elektronik (KTP-E) yang rusak dan tidak sah akan musnah pada 20 Desember 2018.

Hal ini disampaikan Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo kepada awak media, Minggu, (16/12). Ia menegaskan telah menginstruksikan seluruh jajarannya, hingga tingkat kota dan kabupaten, untuk membakar semua KTP-E rusak dan tidak sah hingga satu minggu ke depan.

“Kalau ada KTP-E yang tidak berlaku segera dimusnahkan baik di gudang pusat maupun di gudang daerah. Semuanya harus dibakar, “ucapnya.

Dirinya menuturkan bahwa telah dilakukan penertiban terhadap KTP-E sejak bulan Juli 2018. Semua proses pendataan diperketat agar tidak terjadi kesalahan.

“Enam bulan lalu, kami instruksikan KTP-E yang kedaluarsa dan ‘invalid’ atau salah ketik apapun harus segera dipotong. Tapi dalam perkembangannya belum semua daerah memotong,” kata Tjahjo.

Untuk memastikan pemusnahan KTP-E rusak dan invalid, Tjahjo akan melakukan pengawasan langsung terhadap jajarannya agar instruksinya dilaksanakan secara bertanggungjawab.

“Kalau mau menyidak di 514 kota dan kabupaten kan cukup berat. Jadi kami akan minta sampel tiap-tiap provinsi, kami telepon seluruh gudang KTP-E di seluruh indonesia secara acak untuk memastikan,” tutur dia.

“Walaupun KTP-E itu tidak berlaku lagi, tidak mengganggu sistem, tapi kan itu bisa menimbulkan polemik dan opini. Apalagi di tahun politik, bayangkan ini tanggung jawab kita bersama,” tambah Tjahjo.

 

 

(Red: Restu, sumber Ant)

Tinggalkan Balasan