Keluarga Jenderal Soedirman Memilih Prabowo-Sandi Di Pilpres 2019

0
54
Cucu Jenderal Soedirman Nining Tejaningsih Soedirman memberikan kenangan-kenangan kepada Capres nomor urut 2 Prabowo Subianto. (Foto: Ant)

 

Yogyakarta, NAWACITA– Paslon nomor urut 2 Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno mendapatkan dukungan dari Cucu dan cicit Panglima Besar Jenderal Soedirman.

Deklarasi dukungan ini dikemukakan oleh Tisa Budiakso Soedirman saat Prabowo mengikuti kegiatan di Yogyakarta. Menurut Tisa, Ia dan saudaranya Nining Tejaningsih Soedirman menjatuhkan hati pada paslon nomor urut 2 pada pada Pilpres 2019.

“Bapak Prabowo Subianto, mari bergandengan tangan untuk menghadirkan kembali kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini,” kata Tisa Budiakso Soedirman dalam siaran persnya dalam kegiatan “Prabowo Menyapa Rakyat Yogyakarta”, Rabu (28/11).

Sambil menahan isak tangis, perempuan yang merupakan cicit dari Jenderal Soedirman ini juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia membantu perjuangan Prabowo-Sandi demi mengembalikan harga diri bangsa yang kian menurun.

“Di saat petani bawang merah panennya dengan harga Rp 5.000 per kilo, padahal ongkos produksinya Rp 4.000. Bapak Prabowo Subianto, mari bahu-membahu untuk menjaga Pancasila sebagai dasar negara ini,” ujar Tisa.

“Bapak Prabowo Subianto, mari berjuang sampai titik darah penghabisan demi meraih kedaulatan bangsa ini,” sambungnya.

Pada kesempatan itu, Tisa juga mengenang perjuangan dua pahlawan nasional Jenderal Soedirman dan Soemitro Djojohadikusumo saat melawan penjajahan di Indonesia.

“Kita merasakan negara yang direbut Pak Dirman, orang tua dan kakek serta ribuan pejuang lainnya dengan darah dan air mata, sekarang bukan milik kita. Mari kita bersama berjuang karena  tidak ada kekuatan didunia yang bisa melawan kekuatan rakyat,” ujarnya.

“Pak Dirman dan Pak Cum (Soemitro Djojohadikusumo) adalah sosok keteladanan dari semua sikap yang dibutuhkan oleh negara ini. Patriotisme, keberpihakan kepada rakyat, kedulatan tanpa syarat dan perang kepada kebatilan. Di saat hampir semua elit negeri ini untuk duduk satu meja dengan kolonialisme, Sudirman menolaknya dan melakukan perlawanan di hutan Jawa,” tuturnya.

“Wahai Pak Dirman dan Pak Cum, tengoklah kami saat ini, bercanda di atas kegaduhan, berebut di balik keadilan, berbahagia di dalam kesewenangan. Kalian dan kami hanya ada dalam doa, gambar dan dongeng di antaranya. Lebih baik dibom atom daripada merdeka tidak 100 persen,” ucap Tisa.

Dalam acara tersebut, cucu Panglima Besar Jenderal Soedirman, Nining Tejaningsih Soedirman, juga memberikan kenangan-kenangan berupa patung miniatur Jenderal Soedirman serta buku terbaru “Sejarah Perjuangan Jendral Besar Soedirman” yang diterbitkan oleh Yayasan Panglima Besar Jendral Soedirman kepada Prabowo Subianto. Dua benca itu sebagai tanda dukungan perjuangannya.

 

 

(Red: Pendi, sumber Republika)

Tinggalkan Balasan