Kapasitas Lapas sudah Over Capacity, Dirjen PAS Kemenkumham: Kami Kekurangan Personel

0
56
Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS), Sri Puguh Budi Utami. (Foto:

Jakarta, NAWACITA– Kekurangan sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan terhadap lapas di seluruh Indonesia menjadi kesulitan yang dihadapi Kementrian Hukum dan HAM.

Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjen PAS) Sri Puguh Budi Utami, menceritakan membeludaknya napi yang masuk tidak sesuai dengan personel yang ada.

“Narapidana yang dijaga sebanyak 249.000 dari kapasitas lapas 124.973. Sedangkan personel kami hanya 44 ribu ditahun 2018. Kalau dibolehkan seperti aturan transportasi kereta api kalau penumpang lebih nggak usah masuk tapi kami nggak bisa menolak ini,” kata Sri saat menjadi narasumber diskusi bertema ‘Dunia dibalik Lapas’di Bakoel Koffie, Cikini, Jakarta Pusat, Kemarin (23/9)

Dalam diskusi itu Sri memaparkan mengenai banyaknya jumlah napi di lapas-lapas seluruh Indonesia. Ia juga menguraikan kesulitan penjaga lapas dalam membina napi-napi itu.

“Jadi dengan sumber daya yang ada yang harusnya hanya bisa membina melayani tahananan yang harusnya 124.973 tahanan tapi kami harus melayani 249.000 tahanan lebih,” imbuh Sri.

Sri memberikan solusi untuk menangani over kapasitas napi di lapas. Caranya disebutnya dengan revitalisasi. Napi-napi di lapas akan dimasukan ke tahanan dengan kelasnya masing-masing.

Kelasnya itu seperti lapas kelas high risk dengan pengamanan maksimum. Selanjutnya di bawah high risk yaitu kelas maksimum, medium dan minimum. Di kelas minimum itu disebutnya para napi akan diberikan pekerjaan sesuai kemampuannya. Cara itulah yang membuat over crodit dapat berkurang.

“Di lapas medium security itu ditekankan pembinaan kemandirian. Kalau sadar dan taat dan punya keterampilan kita dorong ke minimum security untuk menghasilkan barang. Nah itu jalan keluarnya,” ungkap Sri.

 

 

(Red:Bee, sumber Dtk)

Tinggalkan Balasan