“Kalau Kita Kalah, Negara Ini Bisa Punah!”, Kata Prabowo ke Kader Gerindra

0
102

Bogor, NAWACITA– Ketum Gerindra, Prabowo Subianto, mengaku bisa merasakan keinginan rakyat Indonesia dipimpin presiden baru. Capres nomor urut 02 itu menyebut, apabila keinginan rakyat tidak dapat direalisasikan, Indonesia bisa punah.

“Jadi saudara, sudah dikatakan, kita merasakan getaran rakyat, kita merasakan rakyat ingin perubahan, rakyat ingin perbaikan, rakyat ingin pemerintah yang bersih dan tidak korupsi. Betul?” kata Prabowo saat menyampaikan pidato politiknya di Konferensi Nasional Partai Gerindra di Sentul Convention Center, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/12).

Menurutnya elite yang berkuasa di Indonesia selalu gagal menjalankan amanah rakyat yang justru membuat negara bisa punah. Karena itu, Prabowo menegaskan bahwa ia dan Sandiaga Uno tidak boleh kalah dalam Pilpres 2019. Di hadapan para kader Gerindra dan elite timses Prabowo-Sandiaga, ia menyatakan pihaknya tidak boleh kalah di pilpres kali ini.

“Karena itu kita tidak bisa kalah. Kita tidak boleh kalah. Kalau kita kalah, negara ini bisa punah. Karena elite Indonesia selalu mengecewakan, selalu gagal menjalankan amanah dari rakyat Indonesia. Sudah terlalu lama elite yang berkuasa puluhan tahun, sudah terlalu lama mereka memberi arah keliru, sistem yang salah,” terang dalam pidatonya Prabowo.

“Dan saya katakan, bahwa sistem ini kalau diteruskan akan mengakibatkan Indonesia lemah. Indonesia semakin miskin, dan semakin tidak berdaya bahkan bisa punah,” imbuhnya.

Prabowo lalu menjabarkan analisanya ke Fuad Bawazier yang merupakan salah satu anggota tim ekonomi Badan Pemenangan Nasional (BPN), Prabowo mengatakan tentang pendapatan per kapita, bahwa pendapatan per kapita hanya senilai 1.900 dolar AS.

“Saudara sekalian, para ahli mengatakan bahwa penghasilan kita per kapita adalah sekitar 4.000 dolar per tahun. Tapi dari 4.000 itu, 49% setengahnya dikuasai oleh satu persen rakyat kita. Jadi kalau kita cabut yang satu persen, kekayaan penghasilan kita setahun tiggal setengahnya yaitu 1.900. Itu kata penasehat saya Pak Fuad Bawazier,” paparnya.

“Jadi kalau kita cabut yang 1% itu tinggal setengahnya. Kita per kapita bukan 3.800 dolar, tapi setengahnya, 1.900 kurang lebih. 1.900 dolar per kapita, artinya dibagi rata,” sambung Prabowo.

Tak sampai di situ, Prabowo juga menyinggung soal utang negara, ia menyebut bayi di Indonesia yang baru lahir saja sudah memiliki utang.

“1.900 dolar dipotong lagi hutang. Ya, kita semua punya utang. Bahkan anakmu yang baru lahir, punya utang. Utangnya kurang lebih 600 dolar. Jadi ya utang kamu itu 600 dolar. Kurang lebih 600 dolar itu, Ya sekitar Rp 9 juta. Anakmu baru lahir itu sudah utang Rp 9 juta,” tutup Prabowo.

 

 

 

(Sumber kumparan)

Tinggalkan Balasan