Jatuh Cinta Memiliki Banyak Manfaat

0
15

Jakarta, NAWACITA– Jatuh cinta berjuta rasanya. Salah satu yang pasti, jatuh cinta menimbulkan perasaan bahagia yang memuncak. Sebab jatuh cinta memproduksi beragam zat kimia di dalam otak. Salah satu zat yang dihasilkan adalah dopamin yang berperan mempengaruhi emosi, gerakan, sensasi kesenangan dan rasa sakit.

Selain itu, jatuh cinta tampaknya juga memengaruhi kesehatan orang yang merasakannya. Berikut penjelasannya, dikutip Times of India.

  1. Pertahankan tekanan darah

Menurut penelitian yang dilakukan psikolog dari University of Arizona, jatuh cinta dapat menjaga tekanan darah seseorang berada pada titik ideal. Jatuh cinta juga membantu mengatasi situasi stres dengan lebih baik.

Bahkan manfaat tersebut bisa dirasakan tanpa harus berjumpa dengan orang yang membuat Anda jatuh cinta. Cukup dengan memikirkannya saja, stres dan tekanan darah berangsur membaik. Luar biasa bukan?

  1. Mengurangi depresi

Sebuah laporan mendalam yang diterbitkan Health and Human Services mengungkap manfaat lain dari jatuh cinta. Laporan mengatakan orang yang menikah lebih sedikit depresi ketimbang yang masih lajang.

Menurut para ahli, hal ini dapat dikaitkan dengan fakta bahwa manusia adalah makhluk sosial. Menikah menjauhkan Anda dari isolasi sosial yang merupakan penyebab depresi.

  1. Mengendalikan rasa sakit

Orang yang sedang jatuh cinta lebih sedikit terserang penyakit dibandingkan dengan mereka yang belum menemukan pasangan. Fakta ini ditegaskan para peneliti dari Universitas Negeri New York, Stony Brook.

Dalam studi, para peneliti memelajari pemindaian otak MRI (fMRI) fungsional orang. Setelah memeriksa fMRI dari 127.000 peserta, para peneliti menemukan bahwa orang yang menikah mengalami lebih sedikit sakit kepala dan nyeri punggung dibandingkan dengan orang yang belum menikah.

  1. Lebih cepat sembuh

Cinta rupanya memiliki kekuatan penyembuhan yang luar biasa. Percaya atau tidak, hubungan positif dan cinta bisa membuat luka di tubuh sembuh lebih cepat. Untuk membuktikan hal ini, para ilmuwan di Pusat Medis Universitas Negeri Ohio mempelajari luka lecet dari pasangan yang sudah menikah.

Para peneliti menemukan hal mengejutkan. Hasil studi menampilkan luka-luka sembuh lebih cepat pada pasangan yang memiliki kehidupan pernikahan yang bahagia dibandingkan dengan mereka yang bermusuhan dengan pasangannya.

  1. Umur panjang

Menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Health Psychology, orang-orang yang merasa bahagia dalam hubungan pernikahan memiliki peluang hidup 20 persen lebih panjang ketimbang yang tidak bahagia.

Hal ini dillihat berdasarkan US National Health Interview Survey. Laporan ini juga menyebut pernikahan bahagia memiliki kemungkinan kematian dini 58 persen lebih rendah daripada orang yang belum menikah atau yang belum pernah jatuh cinta (dikutip dari berbagai sumber)

Tinggalkan Balasan