Jasa Marga Kaji Gerbang Cibitung Tol Japek II

0
36

Jakarta NAWACITA – PT Jasa Marga (Persero) Tbk menargetkan jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II bisa digunakan pada saat mudik lebaran 2019.

Direktur Utama Jasa Marga Desi Arryani mengungkapan, saat ini pihaknya tengah mengkaji, ruas tol Japek II yang dibangun elevated sepanjang 36 km tersebut akan dibuka gerbang keluar masuk (interchange) di sekitar Cibitung. Awalnya, akan dibangun hanya 1 gerbang keluar di ujung jalur tol.

“Kita akan kaji ada interchange di tengah, sekitar Cibitung, namun ini prioritas kedua,” ungkap Desy di Jakarta, Selasa (11/12).

Saat ini, lanjut dia, pihaknya fokus untuk menyelesaikan proyek Japek II Elevated yang pengerjaannya dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk itu agar bisa digunakan saat musim mudik 2019.

“Prioritas pertama kita selesaikan cepat sebelum mudik 2019. Sebenarnya memang awalnya full elevated, tanpa ada turunan di tengah. Jadi untuk pengguna jarak jauh ke Jawa,” tambahnya.

Desy menjelaskan, hingga November 2018 proyek Tol Japek II Elevated progresnya sudah mencapai 58%. Progres tersebut meliputi sebagian fondasi, tiang dan sebagainya.

Masing-masing progres sudah mencapai separuhnya.Proyek ini menelan biaya investasi sekitar Rp 16,233 triliun. Terdiri dari biaya proyek Rp 14,69 triliun dan biaya bunga pinjaman Rp 1,53 triliun.

Sebelumnya, Desi mengungkapkan, memang ada usulan agar dibuat gerbang tol di tengah, sehingga masyarakat khususnya warga Bekasi bisa mengakses Tol Japek layang dengan mudah.

“Memang ke depan, kita sekarang sedang desain untuk membikin bukaan di atas, apakah di titik Cibitung, mungkin kurang lebih. Cuma itu prioritas ke dua, karena paling prioritas pertama adalah cepat menyelesaikan yang elevated ini,” jelasnya.

Gerbang tol di tengah ruas tol itu, kata dia, diharapkan bisa terwujud di pertengahan 2020.

Tinggalkan Balasan