Istri PM Benjamin di Vonis Bersalah Oleh Pengadilan Israel

0
19

Israel, NAWACITA- Pengadilan Israel, memvonis bersalah istri Perdana Menteri Benjamin Netanyahu atas kasus penyalahgunaan dana publik.

Sara Netanyahu menyatakan bersalah telah menggunakan dana publik untuk biaya makan di kediaman perdana menteri dan berbohong atas tidak adanya juru masak.

Istri perdana menteri mengakui tuduhan yang lebih rendah setelah menerima tawaran untuk penghapusan tuduhan yang lebih berat.

Melalui kesepakatan yang disetujui oleh hakim Avital Chen di pengadilan rendah Yerusalem, Sara Netanyahu, dinyatakan bersalah mengeksploitasi kesalahan orang lain.

Dia dijatuhi hukuman denda sebesar 10.000 shekel (sekitar Rp 39 juta) ditambah kewajiban mengembalikan uang negara sebesar 45.000 shekel atau sekitar Rp 179 juta.

“Kesepakatan dicapai antara kedua belah pihak pantas dan mencerminkan perbuatan serta tingkat keparahan tindak kejahatan yang mereka lakukan,” kata hakim Chen dalam pernyataannya. Minggu, (16/6).

Sara dijatuhi tuntutan pada Juni 2018 dengan tuduhan melakukan penipuan dan pelanggaran kepercayaan karena membeli makan melalui katering meskipun ada koki di kediaman perdana menteri.

Dakwaan tersebut telah mengalami perubahan berdasar kesepakatan dengan membatalkan tuduhan tindak korupsi.

Sara Netanyahu telah mengakui dakwaan yang dikurangi tersebut di sebuah ruang kecil di pengadilan rendah Yerusalem yang penuh dengan wartawan.

Pengacaranya dan seorang jasa kemudian memohon kepada pengadilan untuk menerima kesepakatan itu.

“Seperti dalam setiap tawar-menawar pembelaan, masing-masing pihak membuat konsesi, yang terkadang cukup keras,” kata jaksa Erez Padan, dikutip AFP.

“Merupakan tindakan yang benar dan pantas demi kepentingan publik untuk mengakhiri kasus ini,” tambahnya.

Pengacara Netanyahu, Yossi Cohen, mengatakan kepada jika kliennya telah mendapatkan penghukuman berat oleh media.

“Empat tahun penghinaan dan fitnah merupakan hukuman yang tidak manusiawi,” ujar Cohen.

“Tidak ada orang lain yang bisa bertahan dalam hal ini. Wanita ini terbuat dari baja,” tambahnya.

Sara Netanyahu dikenal lihai dalam menemukan celah hukum untuk menerima dana publik yang kemudian digunakan untuk memenuhi kebutuhan pengeluaran rumah tangganya yang relatif tinggi.

Tuduhan awal mengharuskannya membayar hingga 100.000 dollar AS untuk ratusan porsi makanan yang dipesan dari berbagai restoran ternama di Yerusalem.

Sara juga membuat pernyataan palsu bahwa tidak ada koki di kediaman keluarganya, yang membuatnya harus memesan makanan dari luar.

Usaha rumah makan yang sempat dipesannya untuk katering di antaranya restoran Italia, restoran Timur Tengah dan juga kedai Sushi.

Selain tuduhan akan penggelapan dana negara, Sara Netanyahu juga dituntut oleh mantan petugas kebersihan yang mengklaim telah dianiaya oleh istri perdana menteri itu.

Pada 2016, pengadilan memerintahkan Sara untuk memberikan ganti rugi sebesar 47.000 dollar AS kepada mantan pekerja rumah tangga yang menuduhnya melakukan penganiayaan berulang di tempat kerja.

 

 

Tinggalkan Balasan