Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Saat berlangsung Perang Ukraina Vs Rusia, pada awal tahun 2022 sampai sekarang, belum ada tanda-tanda perang itu akan berhenti. Padahal sudah ada sejumlah pemimpin dari negara di dunia pernah bertemu dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy, dan Presiden Rusia Vladimir Putin, di Kyiv dan Moskwa.

Sebut saja, pemimpin Austria bertemu Putin di Moskwa, PM Inggris, dan Presiden Perancis  bertemu Zelenskyy di Kyiv. Bahkan Presiden Turki dan PM Israel, malahan beremu Putin di Moskwa dan Zelenskyy di Kyiv. Para pemimpin itu punya tujuan sama, menghentikan perang. Hasilnya, perang masih berlangsung.

Dengan dikawal 39 Paspampres, kini Jokowi berkunjung terlebih dahuku ke Ukraina, kemudian ke Rusia, mengemban misi yang sama, mencoba mendamaikan antara Putin dan Zelenskyy. Pasalnya, akibat perang itu, dunia mengalami krisis pangan dan krisis energi berkepanjangan.

Ada yang berbeda, taktik Jokowi ke dua negara yang masih terlibat perang. Ukariana dulu, bar uke Rusia. Sementara PM Israel dan Presiden Turki ke Rusia dulu, kemudian ke Ukraina.

Sebelumnya Presiden Jokowi yang saat ini  menyandang status Presidensi G-20 bertandang ke Ukraina dan Rusia. Jokowi berbincang dengan Zelenskyy terlebih dahulu, Zelenskyy meminta Indonesia mengirimkan bantuan persenjataan ke Ukraina, tetapi permintaan Zelenskyy langsung ditolak Jokowi. Sehari kemudian Jokowi berbincang dengan Putin, perbicangan Jokowi dengan kedua pemimpin itu dilakukan via sambungan telepon. Inti perbincangan itu, Jokowi mengundang Putin dan Zelenskyy menghadiri pertemuan G-20 di Bali, Indonesia, Nopember 2022.

Dunia, terutama PBB berharap banyak, kepada Presiden Jokowi, untuk setidaknya ada gencatan senjata dari kedua negara yang bertikai perang.

Sederet informasi sudah Jokowi pegang, dan tinggal di sampaikan ke Zelenskyy dan Putin.

Baca juga :  Pekerja Seks di Australia Bukan Hanya mencari Kepuasan?

Putin ingin Ukraina tak bergabung dengan NATO, dan wilayah di Ukraina yang kebanyakan menggunakan Bahasa Rusia jangan diusik. Sementara Zelenskyy meminta Rusia agar menghentikan perang.

Nampaknya, perbincangan Jokowi dengan Zelenskyy akan disampaikan ke Putin di Moskwa, usai kunjungan Jokowi dari Ukraina.

Apalagi saat Rusia berperang dengan Ukraina, negara-negara NATO yang dimotori Amerika memusuhi Rusia, dan hanya Indonesia yang melakukan pertemanan dengan Rusia dan Ukraina.

Bukan hanya itu, Indonesia melalui Pertamina melakukan pembelian minyak mentah dan energi ke  Rusia. Dan Indonesia masih tetap melakukan Kerjasama pembelian pesawat tempur dari Rusia.

Itulah yang Putin senang kepada Jokowi. Selain tidak mengirimkan bantuan senjata ke Ukraina, juga masih bekerjasama dengan Rusia dalam bidang bisnis yang saling menguntungkan.