Nawacitapost.com
Sumber: vice.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Di sebuah situs jualan online, terdapat banyak sekali iklan yang mempromosikan produk boneka. Sekilas tak ada yang aneh dengan foto-foto yang tertera di dalam iklan. Boneka realistis berpenampilan anak-anak tampak memegang krayon, siap mencoret-coret tembok.

Namun, begitu fotonya digeser, kamu akan menyaksikan pemandangan yang lebih vulgar. Boneka anak-anak itu tadi mendadak tidak pakai baju. Melansir dari Vice.com, Boneka semacam ini sudah semestinya dicap kurang pantas. Tapi bagi segelintir orang di Jepang, ada kenikmatan sendiri mengoleksi boneka seks dengan penampilan anak-anak. Mereka tidak malu memamerkan koleksinya di media sosial.

Boneka seks semacam ini sarat akan pelecehan terhadap anak-anak, sehingga penjualannya telah dilarang di sejumlah negara, seperti Australia dan Inggris. Lain ceritanya di Jepang, yang masih melegalkan alat bantu seks yang menyerupai anak-anak. Bagi orang dewasa.

Aktivis perlindungan anak mengecam produk tersebut sebab dikhawatirkan akan menormalisasi hubungan seks paksa dengan anak-anak, yang termasuk tindak pidana dengan ancaman penjara minimum lima tahun. Pihak yang menentang juga menilai bonekanya menseksualisasikan anak di bawah umur, yang sayangnya kerap terjadi di Jepang.

Baca juga :  Iran Ancam Langgar Banyak Komitmen, Perjanjian Nuklir 2015 dengan AS