Nawacitapost.com

Jakarta, NAWACITAPOST.COM – Pada Juni 2022 ini akan terjadi fenomena astronomi langka. Fenomena langka ini disebut konjungsi multiplanet. Demikian dikatakan Peneliti Pusat Riset Antariksa Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Andi Pangerang.

Rupanya, planet sejajar atau “Parade Langit” sudah dapat dilihat sejak 4 Juni 2022. Peneliti Pusat Riset Antariksa, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Andi Pangerang, menjelaskan posisi pertama dimulai dari sejajarnya Merkurius, Venus, Uranus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Mengutip Space.com, lima planet ini akan tampil di langit sesuai urutan mereka mengelilingi Matahari. Jika diurut dari timur ke utara cakrawala urutannya adalah Merkurius, Venus, Mars, Jupiter, dan Saturnus.

Bulan pun akan masuk ke dalam urutan dari mulai 23 hingga 25 Juni. Deretan planet tersebut termasuk fenomena langka. Fenomena ini terhadi terakhir kali pada 5 Maret 1864.

Masyarakat yang ingin melihat kelimanya langsung harus menunggu hingga paruh kedua malam hari hingga sebelum subuh.

Saturnus akan menjadi planet pertama yang muncul sebelum tengah malam. Planet ini akan tampak cerah dengan warna kuning keputih-putihan.

Cincin planet ini bisa dilihat jika memakai teleskop kecil dengan kekuatan pembesaran paling tidak 30 kali. Tempat terbaik untuk melihatnya ada di langit bagian tenggara.

Setelah Saturnus, ada Jupiter yang akan mulai tampak pada sekitar pukul 1 pagi. Mars bakal menyusul sebelum pukul dua pagi dan berwarna oranye kekuning-kuningan.

Dua planet berikutnya yang akan melengkapi urutan tersebut adalah Venus dan Merkurius. Venus muncul sekitar pukul 3:30 pagi di magnitude -3.9.

Sementara, Merkurius mulai tampak jelang pagi. Ia berada di 10 derajat lebih rendah sebelah kiri dari Venus.

Untuk Bulan, satelit Bumi itu melengkapi urutannya mulai 18 Juni dan berada di sebelah kanan lebih rendah dari Saturnus.

Baca juga :  "All of Us Are Dead Season 2" Terkonfirmasi Akan Tayang, Teori Cheongsan Hidup dari Abu Zombie

Namun letak Bulan tidak seterusnya demikian. Pada 21 Juni, Bulan akan berpindah lima derajat lebih rendah di sebelah kanan Jupiter.

Sehari berikutnya, Bulan kembali bergerak lima derajat ke sebalah kanan Mars. Pada 23-25 Juni, bulan sabit akan muncul di antara Mars dan Venus.