Jakarta, NAWACITAPOSTRetno Marsudi Menter Luar Negeri melakukan pertemuan Extra Ordinary para Menlu OKI mengenai situasi kemanusiaan di Afghanistan yang diselenggarakan di Islamabad diikuti setidaknya 24 di tingkat Menteri Luar Negeri dan Wakil Menteri.

Dengan sejumlah Menlu OKI dan juga dengan Sekjen OKI, Retno mengusulkan pentingnya OKI untuk adakan Pertemuan emergensi mengenai situasi di Afghanistan Karena Indonesia melihat bahwa situasi kemanusiaan di Afghanistan kita khawatirkan akan semakin memburuk.

Sebagaimana disampaikan oleh USG on Humanitarian Affairs and Emergency Relief Coordinator (UNOCHA), Martin Griffiths situasi kemanusiaan di Afghanistan sangat memprrihatinkan diantaranya:
➔ 23 juta rakyat Afghanistan menghadapi ancaman kelaparan;
➔ Fasilitas kesehatan dipenuhi anak-anak yang kekurangan gizi; dan
➔ 70% guru tidak mendapatkan gaji dan jutaan anaks dikhawatirkan tidak dapat sekolah.

Untuk itu, OKI memiliki tanggung jawab moral dan mengambil langkah konkrit membantu rakyat Afghanistan.

Dalam statementnya, Retno juga sampaikan bahwa dari semua laporan dan informasi yang ia peroleh, hanya ada satu kesimpulan yaitu bahwa situasi kemanusiaan di Afghanistan semakin memburuk.

Pertemuan OKI ini merupakan momentum yang baik untuk menangani tiga isu sebagai satu kesatuan atau as part and parcel.

Pertama, OKI harus dapat memobilisasi dukungan dan resources untuk tangani krisis kemanusiaan di Afghanistan.

Kedua, penting untuk dibuat satu roadmap mengenai upaya untuk memenuhi komitmen Taliban yang disampaikan 16 Agustus 2021, yaitu:
• Membentuk pemerintah yang inkluisf;
• Menghormati ham…termasuk hak perempuan dan anak perempuan;
• Dan tidak menjadikan AFGHANISTAN sebagai tempat breeding dan training bagi terorisme.

Ketiga, OKI dapat berperan sebagai jembatan dengan negara donor.

(Kornelius Wau)

Baca juga :  AS Mencekam, TB Hasanuddin Keluarkan Imbauan Bagi WNI di New York