KBRI London Berikan Layanan Kekonsuleran Kepada WNI di Aberdeen Melalui Program Jemput Bola

0
576

Jakarta, NAWACITAPOSTKBRI London kembali menyapa masyarakat dan pelajar Indonesia di Aberdeen, Edinburg dan sekitarnya dalam kegiatan pelayanan keimigrasian dan kekonsuleran (20/11). Pelayanan diberikan dengan mematuhi aturan protokol kesehatan COVID-19 yang ketat sesuai peraturan pemerintah setempat, dan dihadiri oleh lebih kurang 40 orang.

Program jemput bola merupakan komitmen KBRI London untuk mempermudah WNI dalam membuat paspor yang selama ini terkendala melakukan perjalanan ke London akibat pandemi.

Pada kesempatan dimaksud, Duta Besar Desra Percaya menyempatkan diri berdiskusi dengan perwakilan masyarakat serta pelajar Indonesia yang hadir, untuk menjaring masukan bagi peningkatan pelayanan KBRI London maupun upaya sinergi kerja sama KBRI London dengan diaspora. “Saya pastikan KBRI London terus hadir di tengah masyarakat untuk memberikan pelayanan dan pelindungan terbaik bagi masyarakat Indonesia di Inggris dan Irlandia”, ungkap Dubes Desra.

Selain itu untuk pertama kali dilaksanakan pada kegiatan jemput bola, KBRI London telah menerbitkan Nomor Induk Tunggal (NIT). “Akhirnya setelah puluhan tahun tinggal di luar negeri tidak punya KTP, saya bisa punya Nomor Induk Tunggal…” ujar Ibu Susinovianti yang berdomisili di Ellon, Aberdeenshire, dengan gembira. “Setiap ke Indonesia, waktunya selalu tidak cukup untuk mengurus pembuatan KTP… karena fokus untuk keluarga…” lanjutnya.

Duta Besar Desra Percaya juga berkesempatan menengok kelas Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) yang diselenggarakan di Aberdeen Science Center. “Saya sangat senang dan bangga dengan perhatian yang diberikan teman-teman diaspora, dalam merajut people-to-people contact melalui pengajaran Bahasa Indonesia… karena pengenalan Bahasa adalah salah satu fondasi dasar dalam menjalin hubungan antar budaya”

KBRI London terus berupaya meningkatkan pelayanan dan membantu WNI yang berada di Inggris dan Irlandia, khususnya selama masa pandemi.

(Kornelius Wau)