Indonesia-Serbia Sepakati Mutual Recognition Terhadap Sertifikat Vaksinasi antara Kedua Negara

0
357

Beogard, NAWACITAPOSTPada tanggal 10 Oktober 2021 I Beograd, Serbia, Menteri Luar Negeri RI, Retno L.P. Marsudi, telah melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Serbia, Nikola Selaković, membahas berbagai kerja sama bilateral antara kedua negara.

Baca juga: Gebyar Akhir Tahun ! Nawacita TV Gelar Kontes Berhadiah Jutaan Rupiah 

Salah satu hasil dari pembahasan bilateral tersebut adalah kesepakatan kedua negara untuk saling mengakui sertifikat vaksinasi yang diterbitkan oleh masing-masing negara, sebagai langkah konkret dari upaya untuk menolak diskriminasi vaksin.

Kedua Menlu juga membahas upaya percepatan pemulihan ekonomi melalui peningkatan kerja sama ekonomi, khususnya outbond dan inbound investment.

Menlu RI juga menyampaikan kepada Menlu Serbia mengenai inisiatif Indonesia untuk menominasikan arsip KTT I GNB pada program Memory of the World (MOW) UNESCO. Arsip KTT I GNB dinominasikan pada MOW karena memiliki signifikansi global terutama melalui peran dan kontribusi GNB dalam upaya mendorong perdamaian dan keamanan dunia serta mendorong kerja sama internasional dengan tetap menjunjung tinggi kemerdekaan dan kesetaraan.

Serbia mendukung inisiatif Indonesia tersebut dan akan bekerja sama menggalang dukungan negara-negara lainnya agar arsip dimaksud dapat masuk dalam Memory of the World UNESCO.

Dalam kesempatan ini, kedua Menlu juga menandatangani Nota Kesepahaman tentang Kerja Sama Peningkatan Kapasitas Diplomatik, yang bertujuan untuk memajukan pendidikan dan pelatihan bagi diplomat Indonesia dan Serbia.

Kedua Menlu juga menyaksikan penandatanganan Nota Kesepahaman antara Universitas Padjadjaran dan University of Belgrade mengenai Kerja Sama Inkubasi Bisnis dan Inovasi oleh Rektor University of Belgrade, Prof. Dr.Vladan Đokić dan Dubes RI Beograd yang secara simbolis mewakili Universitas Padjadjaran.

Simak berita lainnya di Youtube NAWACITA TV

Dengan Nota Kesepahaman ini, Pemerintah RI berupaya untuk memberikan peluang bagi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Indonesia agar dapat memanfaatkan kesempatan di pasar Serbia dan Kawasan Balkan Barat.

Menlu RI berada di Beograd sebagai utusan khusus Presiden RI untuk menghadiri peringatan ke-60 tahun Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Gerakan Non-Blok (GNB). Momentum tersebut sangat penting bagi kedua negara mengingat keduanya termasuk negara pencetus berdirinya GNB.

(Kornelius Wau)