KBRI London Gencarkan Promosi Seni dan Budaya, Kenalkan Indonesia di Berbagai Penjuru Inggris

0
604

Jakarta, NAWACITAPOST – “Indonesia harus semakin dikenal di seluruh penjuru Inggris. Untuk itu, upaya promosi budaya, kuliner dan kesenian Indonesia harus semakin gencar dan terus merambah di luar kota-kota besar di Inggris,” demikian diungkapkan Duta Besar RI untuk Inggris, Irlandia dan IMO, Desra Percaya di Rice and Spice Festival yang digelar di kota Colchester, Essex, Inggris, Sabtu (11/9).

Di Rice and Spice Festival, KBRI London bersama dengan diaspora Indonesia yang tergabung dalam Wanita Pecinta Budaya Indonesia, hadirkan anjungan nusantara yang diisi dengan kuliner, pameran baju daerah dan angklung. Indonesia juga hadirkan tari Gantar dari Dayak, pertunjukan angklung dan demo membuat lemper.

Festival di kota Colchester yang dihadiri oleh lebih dari 1.200 pengunjung tersebut, kata Desra Percaya, memiliki sejumlah aspek strategis.

Pertama, ini merupakan festival multi-budaya perdana yang digelar di kawasan Essex setelah pelonggaran Covid-19.

Kedua, lebih dari 12 komunitas dan negara hadir dalam pameran ini, sehingga ini merupakan wahana yang tepat untuk meningkatkan saling memahami antar berbagai budaya yang berbeda.

Ketiga, dan yang paling penting, partisipasi Indonesia ini merupakan inisiatif dari para diaspora wanita di kota Colchester. “Meski mereka telah belasan bahkan puluhan tahun berada di luar negeri, namun jiwa merah putih dan semangat untuk mempromosikan Indonesia tidak pernah padam,” jelas Desra.

Desra melihat bahwa kegiatan seperti ini sangat penting untuk meningkatkan people to people contact. “Saya melihat antusiasme pengunjung tinggi. Buktinya lantunan lagu daerah asal Sumatera Utara ‘Alu Si Au’ membuat warga yang hadir turut bergoyang,” ungkap Desra yang merekam gempitanya hiburan ini di akun instagramnya.

Festival ini terselenggara atas dukungan dari Pemda, Kepolisian dan Komunitas Wisata di kawasan Essex. Beberapa komunitas dan negara yang ikut serta diantaranya EAIA (East Anglian Indian Association), CNS (Colchester Nepalese Society), Black History group, RRT, Afrika, Iran, Syria, India, Sri Lanka, Bangladesh, Norwegia dan Indonesia.

Cholcester merupakan kota multi-budaya yang terletak di tenggara Inggris dan berjarak 110 km dari kota London. Dari kota London, Cholcester dapat ditempuh sekitar 2,5 jam menggunakan mobil atau 1 jam dengan menggunakan kereta api. Terdapat sekitar 50 warga Indonesia yang tinggal di Cholcester.

Sejak pelonggaran Covid-19 pada Juli 2021, KBRI London telah melaksanakan 5 kali promosi budaya dan kesenian kepada warga Inggris, yaitu di Surrey, Bristol, London, Oxford dan terakhir di Colchester.

(Kornelius Wau)