WHO: Pandemi Belum Akan Berakhir Hingga Pertengahan 2022

0
192

Jakarta, NAWACITAPOSTOrginasi Kesehatan Dunia (WHO)  meminta masyarakat jangan terlalu yakin akan ada kehidupan yang normal dalam waktu dekat. WHO melihat, setidaknya pandemi belum akan berakhir, setidaknya hingga pertengahan 2022 mendatang. Pasalnya, vaksin yang saat ini tengah dikerjakan belum cukup.

Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus berharap vaksinasi global mencapai  70% pada pertengahan tahun ini.

Menurut Tedros, mencapai target vaksinasi 70% dari populasi setiap negara membutuhkan 11 miliar dosis vaksin.

Untuk mengisi kesenjangan segera dalam pasokan vaksin, ia mengatakan negara-negara kaya perlu mulai berbagi dosis daripada menimbun.

Namun, itu hanya solusi jangka pendek. Tedros mengatakan dunia perlu “secara dramatis” meningkatkan jumlah vaksin yang sedang diproduksi untuk membantu negara-negara berpenghasilan rendah.

Kepala Ilmuwan WHO, Soumya Swaminathan, mengatakan asosiasi vaksin yang mengumpulkan vaksin dan menyalurkannya ke negara-negara secara adil, Covax WHO, hanya bisa menyediakan ratusan juta saja hingga pertengahan tahun depan.

Artinya, masing-masing dari 170 negara atau ekonomi dunia hanya akan memiliki dosis kecil untuk mengubah pemberlakuan jarak sosial dan kewajiban pemakaian masker. Produksi vaksin baru akan mencapai target 2 miliar di akhir 2021.

Soumya mengatakan, orang membayangkannya bahwa di bulan Januari kita memiliki vaksin untuk seluruh dunia dan semuanya akan mulai kembali normal, padahal bukan begitu cara kerjanya.

Ia pun menilai, pertengahan 2021 adalah waktu yang realistis bagi vaksin diterbitkan. Pasalnya, awal 2021 adalah masa dunia melihat apakah uji coba yang dilakukan produsen vaksin sukses atau tidak.

Sejauh ini, lebih dari 2 miliar orang telah divaksinasi. Namun jumlah ini jauh di bawah 70% yang dibutuhkan untuk berpotensi mencapai kekebalan kelompok (herd immunity) karena sebagian besar dari vaksinasi tersebut hanya di beberapa negara.