44,2 Persen Wanita di Jepang Masih Perawan Belum Pernah Bercinta

0
1856
44,2 Persen Wanita di Jepang Masih Perawan Belum Pernah Bercinta

NAWACITAPOST-  Sebuah survei terhadap orang Jepang berusia 18-34 tahun menemukan bahwa hampir 70 persen pria yang belum menikah dan 60 persen wanita yang belum menikah ternyata tidak memiliki pasangan atau tak menjalin hubungan. Penelitian yang dilakukan pada Juni tahun lalu itu mencakup 8.754 orang lajang dan 6.598 pasangan menikah di seluruh negeri. Hampir 90 persen responden mengatakan mereka ingin menikah “suatu saat nanti.”

Kepala departemen penelitian dinamika populasi NIPSSR, Futoshi Ishii mengatakan pada Rabu, (09/12). Mereka ingin menikah pada akhirnya. Tetapi mereka cenderung menundanya karena mereka memiliki kesenjangan antara idealisme dan kenyataan.

“Tetapi 30 persen dari 2.706 pria yang dijadikan sampel dan 26 persen dari 2.570 responden wanita mengatakan bahwa mereka saat ini tidak sedang mencari hubungan,” kata Futoshi.

Baca Juuga : Ketua KPK : Cegah Jual Beli Suara dan Suap

Menuerut Futoshi, banyak dari responden tersebut mengaku tak pernah dekat dengan orang lain dan tak suka bercumbu. Sekitar 42 persen pria dan 44,2 persen wanita juga mengaku masih perawan dan perjaka.

Studi tersebut dirilis oleh National Institute of Population and Social Security Research. Lembaga tersebut telah melakukan survei yang sama setiap lima tahun sejak tahun 1987, ketika proporsi pria dan wanita belum menikah yang mengatakan tidak memiliki pasangan masing-masing mencapai 48,6 persen dan 39,5 persen.

Saat ini jumlah perawan lebih banyak dibandingkan tahun 2010, ketika studi terakhir dilakukan dan hanya 36,2 persen pria dan 38,7 persen wanita yang tidak pernah berhubungan seks. Penambahan jumlah lajang di usia akhir 20-an ini disebut meningkat tajam, padahal usia 20-an dianggap usia paling subur bagi perempuan untuk memiliki anak.

Penelitian tersebut juga mengungkapkan bahwa Jepang harus menemukan cara untuk menemukan jodoh.

Sementara itu, Jepang juga memiliki tingkat kelahiran anak yang rendah. studi yang sama menemukan bahwa jumlah anak di antara pasangan yang telah menikah antara 15 dan 19 tahun rata-rata mencapai rekor terendah 1,94. Hal ini membuat pemerintah tak senang. Demi mencegah penduduknya sexless dan meningkatkan angka kelahiran anak, pemerintah Jepang bakal menggelontorkan JPY2 miliar (sekitar Rp271 miliar) untuk membuat program mencari jodoh secara digital bagi masyarakat setempat.