19.816 Pekerja Amazon Terpapar Corona

0
371
19.816 Pekerja Amazon Terpapar Corona

NAWACITAPOST- Amazon baru saja merilis data komprehensif soal penyebaran virus Corona di dalam perusahaannya. Setidaknya, ada lebih dari 19 ribu pekerja yang terpapar virus Corona. Jumlah itu merupakan 1,44% dari total pegawai Amazon.

Dilansir dari CNBC, Jumat (2/10/2020), sejak 1 Maret hingga 19 September, Amazon menghitung ada 19.816 kasus COVID-19, baik yang diduga ataupun yang dikonfirmasi, di tengah para pegawainya. Jumlah itu berada di sekitar 1,37 juta karyawan lini depan Amazon dan Whole Foods Market yang tersebar di seluruh Amerika Serikat.

Informasi ini muncul beberapa bulan setelah kelompok buruh, politisi, dan regulator berulang kali menekan Amazon untuk mengungkapkan berapa banyak pekerjanya yang terinfeksi oleh COVID-19. Di awal pandemi, pekerja gudang menyuarakan kekhawatiran bahwa Amazon tidak berbuat cukup untuk melindungi mereka dari virus. Para pekerja meminta fasilitas dengan kasus yang dikonfirmasi untuk ditutup. Karena kekurangan data dari Amazon, pekerja gudang mengumpulkan basis data infeksi sendiri berdasarkan pemberitahuan kasus baru di fasilitas di seluruh AS.

Baca Juga : PDIP Pecat Bupati Semarang dan Anaknya

Amazon sebelumnya menolak untuk membagikan data tersebut, dengan mengatakan itu akan menyesatkan dan tidak memiliki konteks. Namun, kini mereka membukanya. Ketersediaan data yang luas akan memungkinkan kami untuk mengukur kemajuan dan berbagi praktik terbaik di seluruh bisnis dan industri.

Setidaknya sudah ada 8 kasus kematian pekerja Amazon karena COVID-19 yang dikonfirmasi tahun ini. Tetapi Amazon tidak memberikan angka terbaru dalam pengumumannya pada Kamis.

Amazon mengklaim tingkat infeksi di antara karyawan mencapai 42%. Jumlahnya lebih rendah dari yang diharapkan, atau bila dibandingkan dengan tingkat populasi umum di AS.

Perusahaan telah lama menyatakan bahwa tingkat infeksi di gudangnya lebih rendah daripada tingkat di masyarakat sekitar. Namun hal itu terus diperdebatkan oleh para pekerja, khususnya yang berada di gudang Amazon di Minnesota, yang tingkat infeksinya melebihi tingkat komunitas.

Amazon juga memberikan pembaruan tentang kemajuannya dalam menyediakan tes virus Corona kepada pekerja lini depan. Ribuan pengujian dilakukan setiap hari dan Amazon mengatakan berencana untuk mengembangkan 50.000 pengujian sehari di 650 fasilitas pada November.

Tujuan Amazon adalah menguji sebagian besar pekerja lini depannya setiap dua minggu. Perusahaan sebelumnya mengatakan akan menginvestasikan laba Q2 yang diharapkan sebesar US$ 4 miliar ke dalam respons COVID-19, dan akan menghabiskan US$ 1 miliar untuk pengujian sepanjang tahun.

Amazon telah membangun tim ilmuwan riset, manajer program, spesialis pengadaan, dan insinyur perangkat lunak yang berdedikasi untuk meningkatkan kemampuan pengujiannya dengan cepat.

Mereka juga telah membangun labnya sendiri untuk mengembangkan kapasitas pengujian virus Corona, dengan tim yang berfokus pada upaya ini di Sunnyvale, California dan Hebron Kentucky.