Demo Sampai Gedung Putih , Donald Trump dipindahkan ke Bunker Bawah Tanah

1
43
Demo Sampai Gedung Putih , Donald Trump dipindahkan ke Bunker Bawah Tanah

NAWACITAPOST- Presiden Amerika Serikat Donald Trump dipindahkan ke bunker bawah tanah di Gedung Putih, Washington pada Jumat, 29 Mei saat para demonstran bentrok dengan petugas keamanan.

The New York Times pada Minggu, 31 Mei 2020 melaporkan bahwa Presiden Trump dibawa oleh Pasukan Pengawal Presiden atau Secret Service (Dinas Rahasia) ke bunker ketika para demonstran menarik barikade logam dari gerbang Gedung Putih.

Trump menghabiskan hampir satu jam di bunker, yang dirancang untuk keadaan darurat seperti serangan teroris, menurut seorang politisi Partai Republik yang dekat dengan Gedung Putih yang tidak mau disebut namanya kepada NY times.

Baca Juga : Pemain film Dwi Sasono Terjerat Kasus Penyalahgunaan Narkoba

Laporan dari sumber anonim itu juga dikonfirmasi oleh pejabat pemerintahan Gedung Putih yang juga tidak bersedia namanya disebutkan.

Trump tetap di bungker selama sekitar satu jam sebelum kembali ke kediamannya. Tidak diketahui apakah Ibu Negara Melania Trump dan putra mereka, Barron juga turut dibawa ke bungker.

Presiden Trump melalui Twitter pada Sabtu, 30 Mei memuji Paspamres AS dalam menangani para pedemo dan menyebut para pemrotes akan bertemu dengan anjing-anjing ganas dan senjata tidak menyenangkan jika mereka berhasil menembus pagar Gedung Putih.

Protes pada Jumat dipicu oleh kematian George Floyd, seorang pria kulit hitam yang meninggal setelah dinjak menggunakan lutut oleh seorang polisi kulit putih Minneapolis, Minnesota. Demonstrasi di Washington berubah menjadi kekerasan dan tampaknya mengejutkan petugas, mengutip The Hill, Senin (1/6/2020).

Dinas Rahasia menanggapi protes di luar Gedung Putih dengan pernyataan di Twitter, mengatakan bahwa petugas berseragam telah melakukan enam penangkapan.

“Demonstran berulang kali berusaha untuk merobohkan hambatan keamanan di Pennsylvania Avenue,” kata pernyataan itu. “Tidak ada orang yang melewati Pagar Gedung Putih dan tidak ada petugas Dinas Rahasia yang dalam bahaya.”

“Secret Service menghormati hak untuk berkumpul, dan kami meminta individu melakukannya dengan damai demi keselamatan semua,” pernyataan itu menyimpulkan.