Sejumlah Negara yang Melonggarkan Aturan Lockdown

1
183
Sejumlah Negara yang Melonggarkan Aturan Lockdown

NAWACITAPOST- Kasus baru virus corona paling banyak terjadi di Amerika Utara dan negara-negara Eropa dalam beberapa hari terakhir, tetapi di Amerika Latin, Afrika dan Rusia jumlah kasus baru lebih kecil.

Prancis, Italia, dan Spanyol, tiga negara terdampak pandemi virus corona (COVID-19) terparah di Eropa, telah mencatatkan angka kematian harian terendah dalam beberapa pekan terakhir.

Italia pada Senin (4/5/2020) mulai melonggarkan penguncian (lockdown) untuk mencegah penyebaran virus corona (COVID-19) terpanjang di Eropa, mengiznkan sekira 4,5 juta warganya untuk kembali bekerja dan bertemu dengan keluarga mereka setelah hampir dua bulan terkurung di rumah.

Di Amerika Serikat, sekitar setengah dari gubernur negara bagian di AS membuka kembali perekonomian mereka selama akhir pekan, sementara yang lain, termasuk Gubernur New York Andrew Cuomo, menyatakan langkah itu terlalu dini.

Berikut sejumlah negara yang melonggarkan aturan lockdown:

Italia

Diwartakan Reuters, mobil, bus, dan sepeda motor terus-menerus terlihat melakukan perjalanan pada Senin, 4 Mei pagi. Meski lalu lintas menunjukkan peningkatan, tetapi masih terasa lebih lengang daripada sebelum pandemi virus melanda pada Februari.

Pemerintah Italia baru mengizinkan pelonggaran bertahap, memberi izin pabrik-pabrik untuk memulai kembali produksi mereka. Taman-taman juga telah dapat dibuka kembali, memberi anak-anak kesempatan untuk berlarian, sementara para kerabat sekali lagi dapat bertemu.

Namun, sebagian besar toko masih tutup hingga setidaknya 18 Mei, sementara restoran dan bar hanya dapat menawarkan makanan untuk dibawa pulang. Sekolah, bioskop dan teater akan tetap tutup untuk waktu yang belum dapat ditentukan.

Thailand

Pemerintah Thailand mulai melonggarkan aturan lockdown membuat warganya melakukan olah raga di taman, memotong rambut di tempat cukur serta makan di luar rumah untuk pertama kalinya pada Minggu, 3 April.

Pelonggaran aturan lockdown di Thailand akan dilakukan dalam 4 tahapan, serta akan dievaluasi selama 14 hari. Pemerintah memperingatkan bahwa mereka akan menghentikan pelonggaran pembatasan jika ada gelombang infeksi virus corona kedua.

Juru Bicara CCSA Taweesilp Visanuyothin menjelaskan bisnis-bisnis yan akan dibuka yakni layanan bisnis yang memiliki risiko rendah penularan penyakit.

Baca Juga : Hanafi Rais mundur Dari Kepengurusan PAN

Visanuyothin menambahkan jika wabah berlanjut, layanan bisnis akan segera ditutup.

India

Lockdown di India mulai diberlakukan pada 25 Maret dan telah dua kali diperpanjang bahkan hingga 17 Mei.

Pada Senin, 4 Mei setelah lockdown selama 40 hari, beberapa kantor di New Delhi diizinkan kembali beroperasi dengan lebih sedikit staf dan lalu lintas mulai ramai jalan, dan warga mulai diizinkan keluar.

Polisi di pos pemeriksaan memastikan tidak ada lebih dari dua penumpang di dalam mobil. Semua orang memakai memakai masker seperti yang telah diwajibkan pemerintah.

Menurut keterangan saksi mata kepada Reuters, antrean lebih dari 500 orang mengular di luar sebuah toko minuman keras di Kalyan Puri, wilayah timur New Delhi, sebelum toko ditutup dan polisi membubarkan paksa orang-orang yang berkerumun.

Selandia Baru

Selandia Baru melangkah ke tahap baru dengan keluar dari aturan lockdown yang ketat pada hari Senin (27/4/2020), dengan dibukanya kembali sejumlah sekolah dan bisnis.

Pemerintah melaporkan hanya lima kasus dan PM Jacinda Ardern mengatakan pihak berwenang akan terus menangani penularan baru. Selandia Baru mencatat 1.100 kasus terkonfirmasi dan 19 kematian akibat virus corona.

“Tidak ada penularan di tengah masyarakat yang meluas dan tidak terdeteksi di Selandia Baru,” kata Ardern. “Kita telah memenangkan pertempuran itu.”

Pelonggaran restriksi ini akan memungkinkan sekitar 400 ribu orang kembali bekerja.

Australia

Negara bagian terpadat Australia, New South Wales (NSW), mulai melonggarkan kuncian (lockdown) dan membuka kembali pantai-pantainya di tengah pengujian luas untuk membantu agar penurunan kasus baru tetap bertahan.

Menteri Kesehatan Greg Hunt mengatakan, Australia mencatat hanya satu kasus COVID-19 baru dari sumber yang tidak diketahui dalam 24 jam terakhir pada Selasa (28/4/2020), menunjukkan bahwa penularan komunitas hampir berhenti. Dia menyatakan bahwa saat ini Australia tengah unggul dalam peperangan melawan virus corona.

“Kita meraih kemenangan, tetapi kita belum menang,” katanya sebagaimana dilansir Reuters pada Selasa.

Malaysia

Melansir dari Channel News Asia, longgarnya lockdown di Malaysia pada Senin, 4 Mei menimbulkan keramaian di beberapa titik di kota Melaka, salah satunya pasar dan pusat perbelanjaan.

Pemerintah Malaysia tengah menerapkan kebijakan yang diberi nama Perintah Kontrol Gerakan Bersyarat (PKGB), guna mengganti Perintah Kontrol Gerakan (PKG).

Aturan baru ini, memperbolehkan toko dibuka kembali dan para warga diperbolehkan mengendarai mobil pribadi dengan batas maksimal 4 orang.

Dirjen Kesehatan Malaysia Noor Hisyam Abdullah mengatakan bahwa kebijakan baru ini merupakan upaya melonggarkan lockdown.

“Salah jika masyarakat berpikir pemerintah telah mengangkat PKG dan mereka dapat merayakannya,” ujarnya mengutip Malaysia Mail.

Amerika Serikat

Sebanyak 39 negara bagian di Amerika Serikat (AS) melonggarkan peraturan lockdown.

Salah satunya yang melonggarkan adalah Georgia.Begitu dilonggarkan, sejumlah warga bepergian ke pantai dan berjemur.

Sedangkan Gubernur New York Andrew Cuomo memilih untuk tetap melakukan penguncian. Menurutnya pelonggaran itu terlalu prematur.

“Perlu lebih dulu pemahaman mengenai virus corona baru ini,” katanya mengutip Reuters.

“Gunakan informasi untuk menentukan tindakan, bukan emosi, bukan politik, bukan apa yang dipikirkan atau dirasakan orang, tetapi apa yang kita ketahui dari fakta,” tuturnya.

 

 

Comments are closed.