Korea Utara Rilis Surat Kim Jong-un untuk Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa

6
385
Korea Utara Rilis Surat Kim Jong-un untuk Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa

NawacitapostMedia pemerintah Korea Utara merilis surat dari Pemimpin Tertinggi Kim Jong-un untuk Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa.

Dalam surat tertanggal 27 April 2020 itu, Kim memberi ucapan selamat perayaan hari kemerdekaan bagi Afrika Selatan.

Surat ini muncul di tengah kabar simpang siur terkait kondisi kesehatan Kim yang sempat disebut kritis usai menjalani operasi jantung pada pertengahan April lalu.

Kantor berita Korea Utara, Korean Central News Agency (KCNA), selain memberi ucapan dalam suratnya Kim menyatakan keyakinannya bahwa persahabatan antara kedua negara bisa berkembang ke ranah yang lebih luas.

Baca Juga : Penurunan Harga Minyak Mentah Dunia Tak Melulu Menguntungkan

Sebelumnya pada Minggu (26/4) penasihat presiden Korea Selatan Moon Chung-in mengatakan bahwa Kim masih ‘hidup dan sehat’, kendati ada spekulasi soal kesehatannya. Kim disebut telah tinggal di daerah Wonsan di timur Korea Utara sejak 13 April.

“Sejauh ini tidak ada aktivitas mencurigakan yang terdeteksi,” ujar Moon.

Kabar keberadaan Kim di Wonsan diperkuat dengan kemunculan gambar satelit yang menunjukkan posisi sebuah kereta api yang pada Sabtu (25/4) yang diduga miliknya.

Citra satelit yang ditinjau oleh 38North, sebuah think tank yang berbasis di AS, menunjukkan sebuah kereta yang kemungkinan milik Kim di sebuah stasiun di Wonsan pekan lalu.

Sementara itu sangat sulit untuk mengonfirmasi secara mandiri terkait apa yang terjadi di Korut, terlebih soal kondisi Kim.

Daerah Wonsan merupakan fasilitas resor mewah di timur Korut milik Kim yang memiliki sembilan bangunan besar, pusat hiburan, pelabuhan, lapangan tembak, dermaga, dan landasan pacu yang kemudian diubah menjadi area penunggang kuda pada 2019 lalu.

Spekulasi terkait kondisi Kim bermula pada ketidakhadirannya pada perayaan ulang tahun mendiang kakeknya yang juga pendiri Korut, Kim Il-sung, pada 15 April lalu.

Kim juga belum terlihat di muka publik sejak memimpin rapat politbiro Partai Pekerja Korut pada 11 April. Sehari setelahnya, media pemerintah Korut melaporkan Kim memeriksa jet tempur di unit pertahanan udara.

Namun karena ia tak muncul pada 15 April, media lalu mengeluarkan serangkaian spekulasi soal kesehatan Kim. Ketika itu, Korsel sendiri mengatakan tak memiliki informasi apa-apa mengenai Kim.

“Kami tidak memiliki apa-apa untuk mengonfirmasi dan tidak ada gerakan khusus yang terdeteksi di dalam Korut sampai sekarang,” kata kantor Kepresidenan Korsel dalam pernyataan pekan lalu.

 

Comments are closed.