Warga New York Menikah Lewat Aplikasi Zoom

0
178
Warga New York Menikah Lewat Aplikasi Zoom

Nawacitapost- Pemerintah New York Amerika Serikat (AS) mengeluarkan kebijakan yang memungkinkan warganya menikah lewat aplikasi video konferensi video Zoom. Gubernur New York Andrew Cuomo mengatakan warga yang menikah secara virtual akan tetap mendapatkan lisensi pernikahan resmi dari pemerintah.

Kebijakan yang ditandatangani Cuomo memungkinkan panitera untuk memimpin upacara pernikahan lewat video. Kebijakan itu akan berlaku hingga 18 Mei 2020.

“Sekarang tidak ada alasan ketika pertanyaan muncul untuk pernikahan. Tidak ada alasan. Anda dapat melakukannya dengan Zoom. Ya atau tidak,” ujar Cuomo melansir Gizmodo.

Untuk dapat melangsungkan pernikahan lewat Zoom, calon pengantin harus memenuhi persyaratan digital. Misalnya, pasangan yang mencari layanan pernikahan harus menunjukkan ID foto yang valid selama konferensi video.

Baca Juga : Soal Pembebasan NAPI, Ahmad Dhani : Saya Setuju Dengan Yasonna

Konferensi video juga harus memungkinkan interaksi langsung antara pasangan, petugas kota, dan saksi atau orang yang ikut merayakan pernikahan. Semua pihak yang terlibat kemudian harus menandatangani lisensi dan mengirimkannya kembali kepada pasangan melalui faks atau sarana elektronik.

Upacara pernikahan di Amerika Serikat saat ini terganggu akibat pandemi Covid-19. Pedoman Federal mendesak orang untuk bekerja dari rumah bila memungkinkan dan menghindari pertemuan sosial lebih dari 10 orang. Perjalanan bulan madu juga terpengaruh karena pemerintah juga merekomendasikan untuk menghindari perjalanan.

Melansir The Verge, #ZoomWeddings telah menjadi cara populer bagi pengantin untuk menjaga tanggal pernikahan mereka, mengundang teman, dan keluarga untuk berpartisipasi dari jarak jauh.

Selain Zoom, pemerintah New York juga tidak melarang warganya untuk menikah secara online dengan memanfaatkan aplikasi video seperti FaceTime.

New York merupakan salah satu negara bagian yang paling terpukul oleh Covid-19. 540 orang meninggal akibat virus corona di New York dan menjadikan jumlah kematian negara bagian menjadi 13.362 pada Jumat (17/4).