Hal itu disampaikan Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Zhao Lijian sebagai jawaban atas pertanyaan tentang tuduhan bahwa virus corona berasal dari sebuah laboratorium di Kota Wuhan di China tengah, tempat epidemi pertama kali muncul pada akhir 2019, demikian diwartakan Reuters.
Pada Rabu (15/4/2020) Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa pemerintahnya sedang mencoba untuk menentukan apakah virus corona berasal dari laboratorium di Wuhan. Sementara itu Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo mengatakan Beijing "perlu berterus terang" atas apa yang mereka ketahui tentang virus itu.
Sebelumnya, Pimpinan Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Mike Milley mengatakan bahwa intelijen AS mengindikasikan virus corona kemungkinan terjadi secara alami, bukan dibuat di laboratorium di China, namun dia belum bisa memastikan kedua dugaan itu.
Baca Juga : Per Hari ini Jumlah Positif Virus Corona Mencapai 5.516 Pasien
Fox News melaporkan pada Rabu bahwa virus itu berasal dari laboratorium Wuhan bukan sebagai senjata biologis, tetapi sebagai bagian dari upaya China untuk menunjukkan bahwa upayanya untuk mengidentifikasi dan memerangi virus sama atau lebih besar dari kemampuan AS.
Laporan itu dan laporan lainnya menyarankan bahwa laboratorium Wuhan tempat eksperimen virologi tersebut dilakukan dan standar keselamatan yang buruk di sana menyebabkan seseorang terinfeksi dan muncul di pasar "basah" terdekat, tempat virus mulai menyebar.
Ditanya mengenai laporan tersebut dalam konferensi pers di Gedung Putih, Trump mengatakan bahwa dia telah mengetahui mengenai dugaan itu.
“Kami sedang melakukan pemeriksaan yang sangat teliti terhadap situasi mengerikan yang terjadi ini,” katanya.