Korban Meninggal Akibat Bentrok Antar Umat Islam Dan Hindu Capai 38 Orang

3
1228
Korban Meninggal Akibat Bentrok Antar Umat Islam Dan Hindu Capai 38 Orang

India, NAWACITApost.com Korban meninggal dunia akibat kerusuhan di New Delhi, India bertambah menjadi 38 orang. Sejauh ini polisi telah menangkap 514 tersangka yang terlibat dalam kejadian tersebut.

Saat kerusuhan berlangsung pada Selasa 25 Februari 2020, massa memang tak hanya menghancurkan rumah warga Muslim tapi juga membakar dua masjid.

Personel kepolisian di New Delhi masih memeriksa rumah-rumah yang dibakar massa, termasuk saluran air. Hal itu dilakukan untuk mencari mayat yang mungkin tertimbun puing-puing.

Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) mengutuk aksi brutal tersebut, karena mengakibatkan kematian dan cedera orang-orang tak berdosa, pembakaran serta perusakan masjid dan properti milik Muslim.

Baca Juga : Kompol Rossa mengajukan Banding ke Presiden Joko Widodo

OKI mengungkapkan belasungkawa kepada para korban sebagai hasil dari tindakan keji tersebut. “OKI menyerukan pihak berwenang India membawa penghasut dan pelaku dari tindakan anti-Muslim ini ke pengadilan serta memastikan keselamatan dan keamanan semua warga Muslim dan perlindungan tempat-tempat suci Islam di seluruh negeri,” tulis di akun twitternya.

Kerusuhan di New Delhi dipicu aksi demonstrasi menentang Undang-Undang Kewarganegaraan atau Citizenship Amandement Act (CAA) yang dianggap anti-Muslim. Kubu yang terlibat bentrokan adalah pendukung dan penentang CAA. Namun kericuhan berubah menjadi konflik komunal antara Muslim dan Hindu.

India meratifikasi CAA pada Desember 2019. UU tersebut menjadi dasar bagi otoritas India untuk memberikan status kewarganegaraan kepada para pengungsi Hindu, Kristen, Sikh, Buddha, Jain, dan Parsis dari negara mayoritas Muslim yakni Pakistan, Afghanistan, dan Bangladesh.

Status kewarganegaraan diberikan jika mereka telah tinggal di India sebelum 2015. Namun dalam UU tersebut, tak disebut atau diatur tentang pemberian kewarganegaraan kepada pengungsi Muslim dari negara-negara terkait. Atas dasar itu, CAA dipandang sebagai UU anti-Muslim.

Comments are closed.