Pernyataan Sikap Indonesia soal Uighur

2
359
Jakarta, NAWACITA - Pemerintah Indonesia sudah bersikap menyerahkan masalah Uighur di China itu dalam kuridor politik bebas aktif dan proporsional. Indonesia tidak memihak blok AS dan juga China.
Pernyataan Sikap Indonesia soal Uighur

Jakarta, NAWACITA – Pemerintah Indonesia sudah bersikap menyerahkan masalah Uighur di China itu dalam kuridor politik bebas aktif dan proporsional. Indonesia tidak memihak blok AS dan juga China. Indonesia menghormati hak China di Xinjiang khususnya mempertahankan kedaulatan China di Xinjiang. Itu sudah final. Mengenai soal HAM kebebasan melaksanakan keagamaan, Indonesia sebagai anggota HAM internasional sudah menyampaikan hak bertanya kepada China. China sudah menjawab secara utuh dan memberikan hak lembaga peninjau dari manapun untuk melakukan kunjungan ke Xinjiang. Dan Indonesia bulan Januari sudah mengirim tim dari NU, Muhammadiyah, MUI berkunjung ke Xinjiang.

Baca Juga: Pernyataan PCINU Tiongkok, KH Imron Rosyadi Hamid Terkait Muslim di Xinjiang

Tapi mengapa baru sekarang ributnya? Padahal masalah camp deradikalisasi untuk etnis Uighur ini sudah ada sejak tahun 2016. Selama itu aman aman saja. Bahkan kehidupan xinjiang khusus nya etnis Uighur sudah damai. Mereka mendapatkan fasilitas pendidikan dan pelatihan yang jauh lebih baik dibandingkan etnis china lainnya. Tidak ada lagi yang ngangur. Sejak tiga tahun belakangan ini tidak ada lagi aksi teror. Lantas mengapa sekarang di Indonesia ribut ? Bahkan anggota komisi I DPR minta pemerintah bersikap keras terhadap China. Kelompok FPI, HTI, PKS besok akan menggelar demo akbar di depan kedutaan China dalam rangka solidaritas terhadap muslim eighur. Mengapa ?

Pertama, pada bulan November 2019 di Bangkok dalam pertemuan Indo Pacifik, Indonesia menolak proposal Indo Pacifik yang diusulkan AS. Dan dampaknya semua negara ASEAN mengikuti Indonesia. Maka rencana hegemoni AS di kawasan Indo pacific semakin tidak lagi significant. Sementara dalam hal papua Barat, China jadi palang pintu Indonesia terhadap negara pacific yang mendukung papua merdeka. Bukan hanya mendukung sikap Indonesia terhadap Papua, china selalu men shadow angkatan perang AS dan Australia yang mendekati perairan Papua. China juga membangun pabrik semen di Papua.

Kedua, bulan April 2019, Indonesia menanda tangani proyek OBOR bersama China dalam rangka mengembangkan jalur pelayaran Selat Sunda, selat Lombok, dengan memperluas pembangunan pelabuhan check Point di Sabang, Lampung, Lombok, Kalimantan, Sulawesi Utara. Dengan demikian China punya jalur alternatif pelayaran disamping selat Malaka. Kalau terjadi konplik Laut China selatan antara China dan AS, China tetap bisa mengamankan jalur logistik. Bagi Indonesia ini cara terbaik untuk menciptakan pemerataan ekonomi di luar Jawa. Dengan terbukanya pelabuhan di Sumatera, Lombok, kalimantan, Sulawesi maka akan mempercepat pembangunan wilayah luar Jawa.

Baca Juga: Tidak Mau Intervensi Masalah Internal China, Pemerintah Indonesia Tuai Kritik

Dengan alasan dua hal tersebut diatas maka bagi AS, rezim Jokowi harus dihabisi. Karena rezim sebelumnya selalu jadi golden Boy AS dan Barat. Makanya upaya perang proxy digelar dan uang pun ditebar. PKS sudah jelas terang terangan bersama AS menentang china, juga akar rumput PKS bersama jaringan FPI, IM dan HTI bersatu menjadikan issue Muslim Uighur ini untuk manarik simpati umat Islam guna menekan pemerintah agar berjarak dengan Beijing. Sikap pak Mahfud yang keliatan ragu terhadap issue muslim Uighur, itu satu sinyal bahwa tekanan politik itu tidak sederhana.

Sikap Indonesia terhadap China adalah rasional. Ini masalah ekonomi nasional yang butuh investasi dan dana. Tahun depan Indonesia terancam masuk krisis kalau tidak ada ekspansi dan investasi. Apalagi dengan target pajak tidak tercapai tahun ini. Indonesia butuh China yang mau menawarkan skema hutang yang tidak mengikat politik. Indonesia sedang menghadapi embargo sawit dan nikel serta tekanan WTO dari Eropa dan AS. Kalau Indonesia tidak bersama China, lantas Downstream sawit dan nikel mau dijual kemana? Mau dimakan sendiri ? Kan engga mungkin. Setidaknya mereka yang menentang kemitraan Indonesia dengan China, harus bersabar sampai lima tahun kedepan, sampai berakir kekuasaan Jokowi. Apalagi Indonesia akan menjalin aliansi pertahanan dengan China. Moga selama itu engga ada yang gila.

Erizeli JB (Pecinta Kebijaksanaan)

Comments are closed.