Donald Trump Bentuk Pasukan Militer Luar Angkasa AS

1
179
Donald Trump Bentuk Pasukan Militer Luar Angkasa AS

NAWACITA- Presiden Donald Trump resmi mendanai pasukan keamanan yang berfokus pada peperangan di luar angkasa atau Pasukan Militer Luar Angkasa AS.

Layanan militer yang baru dibentuk itu akan berada di bawah komando Angkatan Udara AS.

Di pangkalan militer di dekat Washington, Trump menggambarkan ruang angkasa sebagai “domain perang terbaru di dunia”

“Di tengah ancaman besar terhadap keamanan nasional kita, superioritas Amerika dalam ruang [angkasa] sangat vital,” katanya melansir BBC, Sabtu (21/12/2019).

“Kita memimpin, tapi itu belum cukup, tetapi sebentar lagi kita akan memimpin lebih jauh.”

“Angkatan Luar Angkasa akan membantu kita mencegah agresi dan mengendalikan tempat tertinggi,” tambahnya.

Trump mengalokasikan dana pasukan militer Luar Angkasa AS sebesar USD738 miliar (sekira Rp 10 kuadriliun).

Pada tahun pertama, pasukan itu akan mendapat kucuran dana USD40 miliar (sekira Rp558 triliun).

Fungsi Pasukan Luar Angkasa

Angkatan Luar Angkasa AS tidak akan membawa pasukan ke orbit namun akan melindungi aset AS, seperti ratusan satelit yang digunakan untuk komunikasi dan pengawasan.

Baca Juga : Korban Tewas Badai Phanfone Filipina Jadi 28 Orang

Itu terjadi ketika para pemimpin militer AS melihat China dan Rusia membuat kemajuan dalam bidang antariksa.

Wakil Presiden AS Mike Pence sebelumnya mengatakan kedua negara itu memiliki senjata laser udara dan rudal anti-satelit yang perlu diimbangi AS.

“Lingkungan ruang [angkasa] telah berubah secara mendasar dalam generasi terakhir,” katanya. “Sebelumnya damai tapi sekarang telah penuh sesak dan ada permusuhan.”

Angkasa Luar Angkasa akan membangun Komando Luar Angkasa AS, yang dibuat pada Agustus lalu untuk menangani operasi ruang angkasa militer AS.

Kepala Staf Angkatan Udara AS Barbara Barrett mengatakan pasukan Luar Angkasa terdiri dari 16.000 yang berasal Angkatan Udara dan personel sipil.

Pasukan akan dipimpin oleh Jenderal Angkatan Udara Jay Raymond, yang saat ini menjalankan SpaceCom.

Awal bulan ini, Presiden Rusia Vladimir Putin menyarankan ekspansi AS di ruang angkasa menjadi ancaman bagi kepentingan Rusia, dan membutuhkan tanggapan dari Rusia.

 

Comments are closed.