Kebebasan Beragama di China

4
364
Jakarta, NAWACITA - Saya menyaksikan sendiri, di setiap kantor pemerintah di Urumqi, di tempat umum seperti stasiun , bandara, tidak sulit menemukan tempat sholat. Di Xinjiang ada lebih dari 24.400 tempat ibadah, termasuk untuk Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan kepercayaan lain seperti Saman. Dari jumlah itu, 24.200 adalah masjid! Bahkan Perda Syariah Xinjiang mengharuskan pemda membiayai para Imam dan Khotif dan pembangunan masjid.
Kebebasan Beragama di China

Jakarta, NAWACITA – Saya menyaksikan sendiri, di setiap kantor pemerintah di Urumqi, di tempat umum seperti stasiun , bandara, tidak sulit menemukan tempat sholat. Di Xinjiang ada lebih dari 24.400 tempat ibadah, termasuk untuk Islam, Kristen, Katolik, Buddha, dan kepercayaan lain seperti Saman. Dari jumlah itu, 24.200 adalah masjid! Bahkan Perda Syariah Xinjiang mengharuskan pemda membiayai para Imam dan Khotif dan pembangunan masjid.

Baca Juga: Perayaan Natal Dilarang di Padang, Sudarto: Pelanggaran HAM

Umat islam di China tidak dilarang pergi haji. Tidak dilarang melakukan ibadah puasa. Tidak ada larangan menggunakan pakaian muslim. Tidak ada larangan melakukan kegiatan keagamaan. Semua biasa biasa saja. Kalau ada larangan menggunakan burka, itu hanya berlaku di tempat umum seperti kantor pemerintah, stasiun, terminal, bandara, mall. itu sebagai salah satu sarat standar sekuriti. Di tempat pribadi , itu bebas saja.

Pernah ada larangan berpuasa, dan orang Xinjiang sendiri tidak terkejut dengan larangan itu. Karena larangan itu bukan datang dari hukum nasional China, tetapi dari Perda Syariah. Maklum Xinjiang itu di China sama dengan Daerah Istimewa Aceh di Indonesia yang punya hak otonom mengelola wilayahnya, khususnya soal keagamaan. Sebenarnya, bangsa Uighur bukan etnis muslim terbesar di China, melainkan etnis Hui. Namun walau minoritas, mereka punya hak otonomi. Mengapa etnis Hui tidak pernah terdengar melawan pemerintah? Mungkin karena mahzab Etnis Hui itu sama dengan mahzab NU di Indonesia. Mereka mudah dipersatukan dan sangat toleran.

Kembali pada issue Larangan puasa. Itu bukan pada puasanya tetapi pada ritual puasa yang mengharuskan orang tidak tidur sepanjang malam. Ini bisa membuat orang ngantuk ketika siang hari. Kalau dia pegawai, akan mengurangi produktifitas. Kalau dia murid , akan membuat otaknya lemah menerima pelajaran. Nah kalau sampai ada orang ngantuk ketika berpuasa, maka dia harus batalkan puasa. Itu artinya dia melanggar aturan Perda Syariah.

Baca Juga: Ibu Kota Baru, baru Ibu Kota

China melarang kegiatan keagamaan yang boros. Itu bukan hanya untuk umat islam, tetapi juga bagi umat kristen dan budha. Contoh China melarang Natal dengan pesta berlebihan tapi tidak melarang kebaktian di gereja atau di rumah. Bahkan tradisi ritual keagamaan pada prosesi pernikahan yang mewah, juga dilarang. Semua larangan itu tidak berkaitan dengan sentimen anti agama. Tetapi bagian dari pendidikan mental agar agama benar benar berfungsi sebagai sumber kekuatan dan kecerdasan spiritual. Hidup itu tidak ramah. Kalau tidak disiplin, tidak hemat, gunung emas pun akan habis.

Saya sempat bilang ke teman di Urumqi “ Kamu tahu, orang luar bilang China menghalangi umat islam beribadah”. Teman saya hanya tersenyum. Bagi saya senyum itu lebih kepada ketidakpedulian dia dengan issue soal agama itu. Mengapa ?” Penduduk kami lebih dari 1 miliar. Tanah kami tidak sesubur Indonesia. Iklim kami tidak seperti Indonesia. Kami hanya bisa berpoduksi tanah selama 5 bulan saja. Beda dengan indonesia bisa sepanjang tahun karena iklim yang bersahabat. Dengan situasi itu, semua orang China hanya peduli dengan issue soal perut. Hari hari kami sudah sangat sibuk memikirkan bagaimana bisa makan hari ini dan besok tidak harus kelaparan. Itu saja.”

Bagaimana dengan sekelompok orang yang menolak dan melakukan aksi terorisme di Xinjiang. “ Itu bukan hanya terjadi di Xinjiang, juga terjadi di negara lain, seperti Eropa dan AS, termasuk di Indonesia yang mayoritas islam. Biasa saja. Itu tugas Polisi dan tentara menghadapinya. Itu soal kriminal. Engga ada kaitannya dengan agama. “ katanya tersenyum.

Erizeli JB (Pecinta Kebijaksanaan)

Comments are closed.