Negara Asia Selatan Bisa Jadi Warga Negara India, Kecuali Muslim

1
130
Negara Asia Selatan Bisa Jadi Warga Negara India, Kecuali Muslim

NAWACITA- Parlemen India meloloskan rancangan undang-undang (RUU) baru, Selasa (10/12/2019), terkait status kewarganegaraan penduduk muslim.

RUU Amendemen Kewarganegaraan itu diloloskan di Majelis Rendah, Lok Sabha, beberapa menit lepas dari Senin tengah malam, setelah melalui perdebatan sengit selama beberapa jam. Dalam voting di Majelis Rendah, kubu yang menyetujui RUU ini menang telak, yakni 311 berbanding 80.

Melalui UU ini, semua imigran dari negara Asia Selatan bisa diterima menjadi warga negara India, kecuali muslim yang harus melalui pemeriksaan sangat ketat, seperti dikutip dari The New York Times.

Pengesahan ini jelas mengubah wajah toleransi India yang digaungkan para pendiri negara itu ketika memperoleh kemerdekaan dari Inggris pada 1947.

Selanjutnya RUU akan dibawa ke Majelis Tinggi, Rajya Sabha, di mana para analis menilai, hampir dipastikan kubu pendukung Perdana Menteri Narendra Modi akan meloloskannya menjadi UU.

Baca Juga : Presiden Donald Trunmp Peringatin Kim Jong-un

Sejak kubu nasionalis Hindu, Partai Bharathia Janata (BJP) yang dipimpin Modi berkuasa di India, kebijakan pemerintah kerap merugikan umat Islam. Sejak itu pula kerap terjadi aksi main hakim sendiri terkait penyembelihan sapi. Umat Islam serta pemeluk agama lain dibunuh.

Belum lagi kebijakan soal Kashmir, di mana pemerintah pusat mencabut status otonomi di wilayah berpenduduk mayoritas muslim itu dan menerapkan jam malam.

Muslim India meniali RUU Amendemen Kewarganegaraan sebagai langkah pertama partai penguasa pemerintah untuk menjadikan sekitar 200 juta pemeluk Islam di negara itu warga negara kelas 2.

Bahkan, jika RUU tersebut disahkan, status kewarganeraan sebagian dari mereka bisa dicabut atau setidaknya dipenjara.

RUU ini berjalan seiring dengan program kontroversial di Negara Bagian Assam, di mana 33 juta warga di sana harus membuktikan bahwa mereka atau leluhurnya merupakan warga India. Sekitar 2 juta orang, sebagian besar muslim, terancam kehilangan kewarganegaraan dengan penerapan aturan baru tersebut.

 

Comments are closed.