Donald Trump : Meksiko sebagai kelompok Teroris

2
95
Donald Trump : Meksiko sebagai kelompok Teroris

NAWACITA- Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan dalam sebuah wawancara pada Selasa bahwa dia akan menyatakan Kartel narkoba Meksiko sebagai kelompok teroris atas peran mereka dalam perdagangan narkoba dan manusia.

“Mereka akan dinamai (sebagai teroris) … Saya telah mengerjakan itu selama 90 hari terakhir. Anda tahu, penamaan itu tidak mudah, Anda harus melalui proses, dan kami dalam proses itu, “kata Trump dalam sebuah wawancara dengan tokoh media konservatif Bill O’Reilly, sebagaimana dilansir Reuters, Rabu (27/11/2019).

Setelah suatu kelompok ditetapkan sebagai organisasi teroris, menurut hukum AS, warga di Amerika Serikat dilarang untuk secara sadar menawarkan dukungan terhadap mereka dan anggota kelompok itu tidak dapat memasuki negara dan dapat dideportasi. Lembaga keuangan yang menyadari bahwa mereka memiliki dana yang terhubung ke grup harus memblokir uang tersebut dan memperingatkan Departemen Keuangan AS.

Pemerintah Meksiko belum memberikan komentar mengenai pernyataan Trump tersebut. Namun, sebelumnya pada Senin, Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard mengatakan bahwa dia tidak mengharapkan Amerika Serikat melakukan langkah seperti itu.

Baca Juga : Dinilai pemborosan , Wakil Menteri diminta dihapus

Awal bulan ini, Trump, dalam sebuah tweet, menawarkan bantuan kepada Meksiko “mengobarkan PERANG terhadap kartel-kartel narkoba dan menghapusnya dari muka bumi.”

Usulan itu muncul setelah sembilan warga AS tewas dalam serangan kartel narkoba di utara Meksiko.

Pihak berwenang Meksiko mengatakan mereka mungkin menjadi korban kesalahan identitas di tengah konfrontasi di antara geng-geng narkoba di daerah itu.

Tetapi keluarga besar LeBaron, anggota komunitas Mormon yang memisahkan diri yang menetap di Meksiko utara beberapa dekade lalu, telah sering berkonflik dengan penyelundup narkoba di Chihuahua dan kerabat korban mengatakan para pembunuh pasti tahu siapa yang mereka targetkan.

 

Comments are closed.