35 Warga Jepang Tewas Akibat Topan Hagibis

NAWACITA- Puluhan ribu anggota tim penyelamat bekerja sampai Senin Subuh untuk menemukan dan mengevakuasi orang-orang yang terperangkap oleh longsor dan banjir yang dipicu oleh Topan Hagibis yang melanda Jepang pekan lalu. Laporan terbaru dari media dan pejabat berwenang menyebutkan sedikitnya 35 orang telah tewas akibat topan tersebut.

Topan Hagibis telah bergerak ke laut pada Minggu pagi, tetapi meski sebagian besar tidak menyebabkan kerusakan besar di Ibu Kota Tokyo, topan itu meninggalkan jejak kehancuran di daerah sekitarnya.

Keterangan pemerintah yang dilansir AFP menyebutkan jumlah korban jiwa 14 orang, dengan 11 orang hilang, tetapi media setempat mengatakan sedikitnya 35 orang telah tewas, dan sedikitnya 11 orang masih belum diketahui keberadaannya.

Baca Juga : Bahasa Indonesia Resmi Jadi Bahasa kedua Al Azhar Mesir

Helikopter-helikopter militer dan pemadam kebakaran mengevakuasi para penyintas dari atap dan balkon di beberapa lokasi, tetapi di Fukushima satu penyelamatan berakhir tragis ketika seorang wanita tewas setelah jatuh saat diselamatkan dengan helikopter.

Di tempat lain, petugas penyelamat melakukan operasi perahu selama berjam-jam untuk mengevakuasi ratusan orang dari rumah jompo di Kawagoe, barat laut Tokyo, yang terendam banjir hingga lantai paling atas.

Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe berjanji pemerintah akan melakukan upaya terbaik untuk menyelamatkan para korban dan mengatasi efek dari topan.

“Tolong lakukan yang terbaik,” katanya pada pertemuan manajemen bencana.

Hagibis menghantam pulau Honshu utama Jepang pada Sabtu malam sebagai salah satu topan paling ganas dalam beberapa tahun terakhir. Hagibis dilaporkan membawa angin dengan kecepatan hingga 216 kilometer per jam.

Baca juga :  BUMN Pertamina Dibawah Kepemimpinan Ahok Bungkam Rengekan Harga BBM Turun