Donald Trump Tidak Setuju mencabut Sanksi Terhadap Iran

0
78
https://nawacitapost.com/daerah/2019/09/28/pengungsi-korban-kerusuhan-wamena-butuh-bantuan/

AS, NAWACITA- Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan tidak setuju mencabut sanksi-sanksi terhadap Iran sebagai imbalan melakukan pembicaraan. Ia membantah penegasan sebelumnya yang dikemukakan Presiden Iran Hassan Rouhani.

“Iran ingin saya mencabut sanksi-sanksi yang diberlakukan terhadap mereka agar dapat bertemu. Saya katakan, tentu saja, TIDAK!” cuit Trump, Jumat.

Sebelumnya, Rouhani mengatakan Amerika Serikat telah menawarkan hal demikian dan bahwa isu tersebut sedang didiskusikan.

“Amerika Serikat telah dengan jelas menyatakan bahwa mereka akan mencabut semua sanksi,” kata Rouhani, sekembalinya di Teheran dari sidang Majelis Umum PBB di New York.

Presiden Iran Hassan Rouhani (Reuters)

Rouhani, Jumat kemarin mengatakan bahwa negaranya siap ambil bagian dalam perundingan, tetapi tidak bersedia melakukannya dalam iklim politik seperti sekarang ini.

Di tengah situasi sekarang, sanksi-sanksi yang berlaku dan iklim tekanan maksimum, bahkan apabila Iran ingin berunding dengan Amerika dalam kerangka lima negara anggota tetap PBB + Jerman, tak seorang pun dapat memprediksi hasil akhir perundingan itu, ujarnya.

Para pejabat Amerika dan Saudi menuding Iran melakukan serangan-serangan terhadap fasilitas-fasilitas minyak Saudi, yang menghentikan separuh produksi minyak negara itu.

Para pejabat Iran, termasuk Rouhani, telah membantah Teheran terlibat dalam serangan tersebut.

Baca Juga : Pengungsi Korban Kerusuhan Wamena Butuh Bantuan

Sementara banyak pemimpin dunia mengadakan pembicaraan di sela-sela pertemuan PBB pekan ini, pertemuan antara Trump dan Rouhani tidak terjadi. Trump menyatakan pada hari Minggu lalu bahwa ia tidak memiliki niat untuk melakukan pembicaraan dengan Rouhani, dan presiden Iran menyatakan ia tidak akan bertemu dengan Trump sebelum Amerika mencabut sanksi-sanksi ekonominya.

Presiden Amerika itu mengumumkan sanksi-sanksi baru terhadap bank nasional Iran baru-baru ini, meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Republik Islam itu, tetapi kemudian mundur dari aksi militer langsung.