Tahanan Wanita Tuntut Kota Denver, karena Dibiarkan saat Melahirkan di Penjara

1
251
Tahanan Wanita Tuntut Kota Denver, karena Dibiarkan saat Melahirkan di Penjara
Tahanan Wanita Tuntut Kota Denver, karena Dibiarkan saat Melahirkan di Penjara

Colorado, NAWACITA – Gugatan federal  terhadap Kota Denver diajukan oleh seorang perempuan pada Rabu (28/8/2019). Ia mengatakan bahwa petugas penjara “dengan kejam memilih kenyamanan daripada belas kasih” karena tidak menelepon ambulans setelah air ketuban Diana pecah dan dia berdarah (1/9/2019).

Rekaman CCTV yang dirilis oleh pengacaranya menunjukkan Diana Sanchez, nama wanita itu, berbaring di kasur yang sempit sambil menangis kesakitan, lalu melepas celananya dan melahirkan bayi laki-laki pada 31 Juli 2018.

Sebelum melahirkan, pembalut penyerap diselipkan di bawah pintu selnya untuk diletakkan di tempat tidur sekitar 45 menit sebelum ia melahirkan. Setelah melahirkan, seorang pria perawat masuk dan mengambil bayinya.

“Menggolongkan tindakan itu sebagai perawatan medis adalah sebuah lelucon,” kata pengacara Sanchez, Mari Newman. Ia menambahkan bahwa toilet terbuka yang tak jauh dari tempat Diana melahirkan dibuat mati lampu oleh Kota Denver.

Disebutkan bahwa sebuah van telah diminta untuk membawa mengantar Diana ke rumah sakit. Namun, menurut gugatan, petugas penjara tahu, kendaraan tersebut baru akan tersedia setelah berjam-jam sampai proses pemesanan di pagi hari selesai.

Selain itu, melalui gugatan, pihak Diana mengatakan, tidak ada perawat yang mengeringkan atau menghangatkan bayi atau membersihkan lendir dari mulutnya selama beberapa menit dan bahwa perawat penjara tidak memiliki peralatan untuk memotong tali pusat bayi, yang akhirnya dipotong 15 menit setelah bayi lahir ketika petugas pemadam kebakaran tiba.

Kepolisian Denver mengatakan, Kamis (29/8/2019), bahwa mereka telah mengubah kebijakan supaya narapidana hamil yang berada dalam tahap persalinan segera dibawa ke rumah sakit.

Sebelumnya, keputusan untuk memindahkan narapidana hamil diserahkan kepada perawat, tetapi kini para petugaslah yang berwenang untuk memanggil ambulans.

Comments are closed.