Pendemo di Hong Kong tuduh Polisi Lecehkan Pendemo Wanita

0
125
Polisi Hong Kong Dituding Lecehkan Pedemo Wanita
Polisi Hong Kong Dituding Lecehkan Pedemo Wanita

Hong Kong, NAWACITA –  Ribuan orang di Hong Kong kembali berdemo. Kali ini, tuntutan mereka adalah meminta polisi Hong Kong diperiksa karena melecehkan sejumlah pendemo wanita.

Para pendemo berkumpul di Chater Garden dan membawa spanduk bertuliskan #MeToo serta #ProtestToo. Mereka juga menuliskan seruan itu di lengan dengan lipstik merah.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis 29 Agustus 2019, Kepolisian Hong Kong dengan tegas menampik tuduhan itu. Mereka menyebut seruan pedemo adalah hoaks.

“Kami tidak menerima laporan resmi hingga hari ini. Jadi, bisa dipastikan tuduhan itu mengada-ada,” kata Kepala Humas Kepolisian Hong Kong, Tse Chun-chung.

Selain di Chater Garden, demo juga akan digelar di pusat kota di mana kantor maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways berlokasi. Mereka mengecam maskapai tersebut karena memecat karyawannya yang ikut demo anti-pemerintah.

Sementara itu, Pemimpin Hong Kong, Carrie Lam, mengatakan eskalasi kekerasan protes anti-pemerintah semakin serius. Meski demikian, dia yakin pemerintah kota dapat menangani sendiri kerusuhan itu tanpa campur tangan pemerintah pusat Tiongkok.

Pemerintah Hong Kong mengatakan kekerasan telah mendorong kota semi-otonom tersebut ke ambang bahaya besar. Bentrokan akhir pekan lalu melibatkan tembakan senjata untuk kali pertama oleh aparat keamanan, dan juga penangkapan 86 pedemo — termuda berusia 12.

Tiga bulan lamanya protes telah bergulir di wilayah Hong Kong. Awalnya protes didasari pada ketidaksetujuan akan Rancangan Undang-Undang (RUU) Ekstradisi. RUU ini memungkinkan orang-orang Hong Kong dikirim ke daratan Tiongkok untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan Partai Komunis.

Namun, RUU tersebut telah ditangguhkan. Kini tuntutan merambah ke Hong Kong yang lebih bebas dari tekanan Tiongkok.