Darurat Nasional, Wabah Malaria Tewaskan 1.800 Orang di Burundi

1
98

Gitega, NAWACITA – Seorang pejabat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan kepada bahwa keputusan untuk menyatakan epidemi adalah kedaulatan negara Burundi. Negara itu mengumumkan epidemi malaria pada Maret 2017. Saat itu tercatat 1,8 juta kasus malaria dan menewaskan 700 orang.

Wabah malaria telah menewaskan lebih dari 1.800 orang di Burundi, Afrika tahun ini. Badan kemanusiaan PBB mengatakan jumlah korban tewas itu menyaingi wabah ebola di Republik Demokratik Kongo.

Dalam laporan terbarunya, United Nation Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA) mengatakan 5,7 juta kasus malaria tercatat di Burundi selama 2019. Angka itu setara dengan dengan setengah jumlah penduduk di negara itu.

Negara berpenduduk 11 juta orang di kawasan Great Lakes Afrika itu disebut masih belum mengumumkan secara resmi keadaan darurat nasional. Meski begitu OCHA mengatakan wabah malaria menembus “proporsi epidemi” pada Mei lalu.

“Rencana penanggulangan wabah malaria nasional, yang saat ini sedang divalidasi, telah menyoroti kurangnya sumber daya manusia, logistik dan keuangan untuk tanggapan yang efektif,” kata OCHA seperti dilansir AFP, Selasa (6/8/2019).

“Semua pemangku kepentingan, termasuk otoritas nasional dan mitra diminta untuk menyediakan sumber daya yang diperlukan untuk meningkatkan tanggapan yang kuat terhadap keadaan ini sebelum eskalasi,” imbuh OCHA.

OCHA menyebut krisis ini dipicu kurangnya langkah-langkah pencegahan seperti penggunaan kelambu. Perubahan iklim dan peningkatan perpindahan penduduk dari daerah pegunungan dengan kekebalan rendah juga jadi faktor pendorong.

Comments are closed.