China: Siapa yang Bermain Api Akan Binasa

0
95
Protesters are taken away by police officers after hundreds of protesters staged a peaceful sit-ins overnight on a street in the financial district in Hong Kong Wednesday, July 2, 2014, following a huge rally to show their support for democratic reform and oppose Beijing's desire to have the final say on candidates for the chief executive's job. (AP Photo/Kin Cheung)

Beijing, NAWACITA – Peringatan dari pemerintah China ini disampaikan melalui dokumen yang disalurkan perwakilan dari Kantor Urusan Hong Kong dan Macau, yang diawasi oleh kabinet pemerintahan China yang disebut Dewan Negara.

Pemerintah pusat China mengeluarkan peringatan terhadap demonstran anti pemerintah di Hong Kong. Ditegaskan China bahwa ‘mereka yang bermain dengan api akan binasa’.

Seperti dilansir Channel News Asia, Selasa (7/82019), pemerintah China dalam pernyataannya memperingatkan agar demonstran Hong Kong tidak meremehkan ‘kekuatan besar pemerintah pusat’.

“Kami ingin menjelaskan kepada sekelompok kecil penjahat tidak bermoral dan kejam dan pasukan kotor di belakang mereka — mereka yang bermain api akan binasa karenanya,” demikian pernyataan otoritas China.

Pernyataan itu menandai peringatan paling keras dari pemerintah pusat China terhadap aksi protes di Hong Kong, yang telah berlangsung secara berkala selama dua bulan terakhir.

Aksi protes yang awalnya bertujuan memprotes rancangan undang-undang (RUU) ekstradisi yang mengatur ekstradisi tersangka kriminal ke China daratan, ini semakin meluas menjadi gerakan menuntut reformasi demokrasi. Pada Senin (5/8) waktu setempat, Hong Kong dibuat lumpuh oleh aksi mogok massal, yang juga memicu gangguan perjalanan besar-besaran di Bandara Internasional Hong Kong. Bentrokan juga dilaporkan pecah di belasan titik yang menjadi lokasi unjuk rasa.

“Jangan pernah salah menilai situasi dan keliru menganggap sikap menahan diri kami sebagai kelemahan … Jangan pernah meremehkan tekad kuat dan kekuatan besar pemerintah pusat, kata Yang Guang, juru bicara Kantor Urusan Hong Kong dan Macau.

Saat ditanya lebih lanjut apakah tentara militer China di Hong Kong akan dikerahkan, Yang menyatakan Tentara Pembebasan Rakyat merupakan pasukan kuat dan akan membela setiap bagian wilayah China. Namun, Yang menilai otoritas Hong Kong masih mampu mengendalikan situasi di wilayahnya.