Penembakan Massal di Texas, Dipicu oleh Motif Rasial

0
193

Mexico, NAWACITA – Penembakan massal di Walmart di El Paso, Texas yang menewaskan 20 orang dan 7 orang diantaranya adalah warga Mexico merupakan  tindakan biadab dan terorisme. Otoritas AS mengutip sebuah manifesto yang mereka kaitkan dengan tersangka sebagai bukti bahwa pembantaian itu bermotif rasial.

Ebrard mendesak Amerika Serikat untuk memberikan posisi yang jelas dan kuat terhadap kejahatan kebencian. Dia tidak mengatakan di mana yurisdiksi Meksiko dapat mengajukan jalur hukum. El Paso adalah kota yang terletak di perbatasan AS-Meksiko di seberang Ciudad Juarez, tempat berkumpulnya para migran yang ingin menyeberang ke Amerika Serikat.

Menteri Luar Negeri Meksiko, Marcelo Ebrard masih mencari langkah hukum untuk meminta ekstradisi terhadap pria bersenjata itu. “Bagi Meksiko, orang ini adalah teroris,” Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan pada konferensi pers, Ahad (4/8) waktu setempat.

Ebrard mengatakan kementeriannya akan meminta informasi dari Amerika Serikat tentang bagaimana penembak itu bisa memperoleh senjata yang ia gunakan, dan apakah para pejabat AS mengetahui pembelian itu. “Masalah senjata adalah masalah yang krusial,” katanya.

“Fakta bahwa orang-orang Meksiko telah kehilangan nyawa mereka, memaksa kita untuk mengambil tindakan hukum terkait pemilikan senjata.” Dia juga menyebutkan dari tujuh korban yang meninggal, sebagian besar berasal dari wilayah di sepanjang perbatasan AS-Meksiko.

Wakil menteri luar negeri Meksiko untuk Amerika Utara, Jesus Seade, mengecam penembakan itu sebagai “barbarisme xenophobia” dan menyerukan diakhirinya retorika yang memicu tindakan seperti itu. Pemerintah sayap kiri Presiden Andres Manuel Lopez Obrador telah mendapat tekanan dalam beberapa bulan terakhir dari Presiden AS Donald Trump, yang telah menuntutnya berbuat lebih banyak untuk menghentikan arus migran ke Amerika Serikat di bawah ancaman pengenaan tarif perdagangan.

“Masalah sosial seharusnya tidak diselesaikan dengan menggunakan kekuatan dan hasutan kebencian,” kata Obrador.