Data Badan Intelijen Rusia Diretas, Data Rahasia Dicuri

53
189

Moscow, NAWACITA- Nasib buruk menimpa badan intelijen Rusia yaitu FSB (Federalnaya Sluzhba Bezopasnosti). Dilaporkan bahwa grup peretas bernama 0v1ru$ berhasil mencuri data berisi rencana dan langkah dari FSB.

Laporan yang dikumpulkan menyebutkan bahwa FSB berencana diam-diam mengungkap pengguna peramban internet Tor, memantau media sosial, dan memisahkan aktivitas internet negaranya dari dunia sehingga bisa dipantau oleh pemerintah.

Dikutip dari Forbes, pencurian data ini termasuk yang terbesar tahun ini. Tercatat sekitar 7,5 TB data milik FSB yang berhasil diintip oleh grup peretas. Aksi ini dilakukan bukan pada database milik FSB, sendiri melainkan kontraktor yang menyediakan teknologi pesanan FSB.

Disebutkan bahwa pada 13 Juli 2019, grup peretas 0v1ru$ berhasil meretas SyTech. Perusahaan ini dikontrak FSB untuk menciptakan tool bagi FSB untuk menjelajahi internet. Grup peretas tersebut meninggalkan ikon senyum yang dikenal sebagai Yoba Face di halaman situs SyTech.

Grup peretas 0v1ru$ ternyata diketahui sudah menyebarkan hasil data yang dicuri ke grup peretas lain yang lebih besar bernama Digital Revolution. Kemudian data tersebut dibocorkan ke berbagai media sehingga kasus ini diketahui publik dan menjadi pemberitaan berbagai media.

Digital Revolution termasuk grup peretas yang juga ikut menargetkan FSB sebelum dilakukan grup 0v1ru$. BBC Rusia telah melaporkan berbagai proyek intelijen yang akan dilancarkan FSB di internet.

FSB ingin melakukan de-anonymization pengguna peramban internet Tor. Seperti diketahui Tor menyediakan akses ke deep web atau dark web dengan fitur menyembunyikan identitas atau jejak penggunanya sehingga tidak bisa ditelusuri.

Diungkapkan juga oleh grup 0v1ru$, nama proyek intelijen berbasis internet yang bernama Arion, Relation, dan Hryvnia. Namun, ketiga deskripsi proyek ini tidak terungkap. Proyek besarnya adalah Rusia ingin lalu lintas internet di negaranya bisa dipantau dan tidak ada anonimitas sebagaimana dilansir dari medcom.

Beberapa proyek ini diduga berkaitan dengan rencana besar pemerintahan Rusia untuk menutup akses internet Rusia dengan dunia. Rencana ini pernah dilaporkan pada bulan Februari, Presiden Vladimir Putin menyetujui langkah ini dengan alasan menghindari serangan siber.

Comments are closed.