Hari Ini Tepat Setengah Abad  Manusia Pertama Mendarat di Bulan

1
179

Jakarta,NAWACITA- Impian manusia untuk menjejakkan kakinya di satelit bumi terwujud melalui misi pendaratan di bulan. Tepat setengah abad  lalu, 20 Juli 1969, selang empat hari setelah peluncuran Apollo 11, dua orang astronot berhasil menapakkan kakinya di permukaan bulan.

Sebelumnya, pesawat Apollo 11 membawa tiga orang kru dalam misi yang digagas oleh Presiden AS, John F. Kennedy. Ketiganya adalah seorang pegawai sipil NASA Neil Armstrong , Letnan Kolonel (AU) Michael Collins, dan Kolonel (AU) Edwin Aldrin.

Dilansir dari laman NASA, Sabtu (20/7/2109), setelah sukses mendarat, Armstrong membuka lubang Lunar Excursion Modul (LEM) atau lander pesawat dan menuruni tangga tepat pada pukul 04.22 GMT atau 11.22 WIB. Tepat setelah anak tangga kesembilan, Armstrong berhasil menjejakkan kakinya di bulan. Saat itu, Armstrong mengatakan, kalimat ikonisnya yang kelak akan dikenang banyak orang.

“That’s one small step for a man, one giant leap for mankind,” ucap Arsmtrong. Selang 27 menit kemudian, astronot lain, Edwin Aldrin menyusul Amrstrong. Sementara, Michael Collins tetap berada di orbit bulan. Meski demikian, Collins tidak pernah menyesal menjadi orang ketiga dalam misi tersebut. Menurut dia, misi ini dirancang untuk tiga orang, dan ia merasa sama pentingnya seperti dua rekannya.

Setelah menapakkan kakinya di permukaan bulan, Armstrong memulai tugas pertamanya di angkasa. Ia mengumpulkan 20 sampel bebatuan dan tanah dengan berat masing-masing sekitar 5,8 kilogram. Begitu Aldrin muncul di permukaan, mereka berdua mengeluarkan plakat peringatan yang dipasang di kaki pendaratan

Pada plakat itu tertulis, “Di sini orang-orang dari Planet Bumi pertama kali menginjakkan kaki di Bulan, Juli 1969 M. Kami datang dalam kedamaian untuk semua umat manusia.”

Selain itu, tertera pula tanda tangan para astronot dan Presiden Richard M. Nixon. Setelah beberapa menit berada di permukaan, Aldrin mendeskripsikan lingkungan yang ia jejaki, termasuk jenis dan ukuran serta warna bebatuan bulan. Selama berada di permukaan bulan, kedua angkasawan itu bertugas mengumpulkan contoh jenis-jenis tanah untuk digunakan sebagai penelitian. Selain itu, mereka juga bertugas mengabadikan area satelit bumi itu dengan kamera.

Akan tetapi, perlu dicatat, momen pendaratan di bulan itu hanya dapat dirasakan melalui audio. Para ilmuwan dan mereka yang terlibat dalam proyek, hanya bisa mendengarkan suara kru secara langsung. Sementara, kamera film bisu 16 milimeter yang dibawa Aldrin hanya bisa merekam peristiwa itu dan bisa disaksikan saat para awak kembali ke bumi.

Tugas mereka selanjutnya adalah mempersiapkan bendera AS untuk ditancapkan. Namun, permukaan bulan yang hanya memiliki ruang hampa membuat bendera tidak dapat berkibar. Mereka lalu menancapkan batang logam yang dimasukkan di sepanjang bendera berbahan nilon tersebut. Selama pengibaran, batang logam itu tidak mengembang sepeti seharusnya, sehingga membuat tepi bendera agak berkerut. Hal ini membuat bendera tampak seperti dilambaikan oleh angin

Setelah tugas mereka usai, Armstong dan Aldrin kemudian kembali menaiki tangga. Akan tetapi, Armstrong mengingatkan rekannya untuk meninggalkan peringatan di permukaan bulan. Aldrin kemudian melemparkan beberapa barang ke bawah melalui lubang di dalam kabin. Barang-barang itu termasuk cakram silikon yang diukir dengan ucapan selamat dari 73 pemimpin di dunia serta benda-benda lain termasuk dua buah medali Soviet yang dibuat untuk menghormati kosmonot Vladimir M. Komarov dan Yuri Gagarin.

Setelah memastikan semua rampung, mereka pun kemudian kembali ke lander. Misi ini akhirnya dikenang sebagai salah satu peristiwa bersejarah. Bahkan Apollo 11 juga menjadi misi berawak yang berhasil membawa para astronot kembali dengan selamat dari pendaratan di bulan.

Comments are closed.