RABAT, NAWACITA – Kasus pembunuhan sadis yang dialami oleh backpacker wanita, Louisa Vesterager Jespersen (24) dari Denmark, dan Maren Ueland (28) dari Norwegia akhirnya mendapatkan simpulnya setelah pengadilan Maroko menjatuhkan hukuman mati kepada 3 pelaku.

Pembunuhan ini terjadi di wilayah di Pegunungan Atlas, Maroko tahun 2018.

Ketiga pelaku, Abdessamad Ejjoud (25) berprofesi sebagai pedagang kaki lima dan imam paruh waktu. Ia ditetapkan oleh pengadilan sebagai dalang di balik pembunuhan itu dan mengaku telah menghabisi nyawa salah seorang wanita yang jadi korban. Younes Ouaziyad (27) adalah tukang kayu. Ia pun mengaku telah melakukan pembunuhan tersebut. Orang ketiga, Rachid Afatti (33), menjadi pihak yang merekam tindakan sadis itu dengan telepon genggamnya.

Mereka adalah Tiga simpatisan Negara Islam Irak dan Suriah ( ISIS). Saat dijatuhkan hukuman di pengadilan mereka tidak bereaksi sama sekali.

Diwartakan Sky News Kamis (18/7/2019), sementara pria keempat yang bernama Khaiali Abderahman yang melarikan diri saat kejadian mendapat hukuman seumur hidup.

Dan 19 pelaku lainnya yang terlibat dalam pembunuhan Louisa Vesterager Jespersen dan Maren Ueland menerima hukuman penjara mulai dari lima hingga 30 tahun.

Jespersen dan Ueland dilaporkan melakukan perjalanan yang tidak terarah, di mana dua backpacker itu memutuskan berkemah di dekat gunung tertinggi Afrika Utara, Toubkal.

Seorang pria kemudian merekam dan mengunggah pembunuhan itu di media sosial. Para pelaku juga menyatakan sumpah setia kepada organisasi pimpinan Abu Bakar al-Baghdadi.

Seluruh pelaku yang berjumlah 23 orang berpidato di depan hakim sebelum vonis dijatuhkan memohon keringanan hukuman. Sementara ada yang meminta ampunan kepada Tuhan.

“Saya 100 persen puas dengan vonis yang diberikan,” ujar pengacara yang ditunjuk oleh keluarga Jespersen, Khalid el Fataoui. Dia menuturkan ibu Jespersen juga meminta agar hakim menjatuhkan vonis mati.

Baca juga :  Sejarah Baru ”Kemenangan Wanita” di Arab Saudi

“Kami mendapatkan apa yang diminta beliau,” terang dia. Sementara jaksa penuntut menyatakan Juni lalu bahwa ketiga pelaku utama adalah “Monster“.

Comments are closed.