Turki Beli Sistem Pertahanan Rudal S-400 dari Rusia, AS Gelisah

10
242

BRUSSELS, NAWACITA – Organisasi Kerja Sama Atlantik Utara (NATO), khususnya Amerika Serikat  menyatakan mereka menyoroti Turki yang dilaporkan sudah menerima sistem pertahanan rudal S-400.

Aliansi pertahanan itu berulang kali memperingatkan Turki bahwa sistem rudal buatan Rusia itu tidak cocok dengan gaya pertahanan NATO, apalagi jet tempur F-35.

“Kami begitu gelisah akan konsekuensi yang bakal diterima Turki setelah mereka memutuskan untuk membeli sistem S-400,” ujar seorang pejabat NATO kepada AFP Jumat (12/7/2019).

Pejabat itu menerangkan bahwa kesinambungan di antara angkatan bersenjata anggota NATO merupakan hal dasar yang harus dipenuhi ketika menjalankan misi.

Amerika Serikat (AS) takut jika S-400 diperoleh Turki, segala data sensitif mengenai F-35 yang merupakan jet tempur generasi kelima bakal bocor ke Rusia.

Penjabat Menteri Pertahanan AS Mark Esper, mengonfrontasi Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar ketika mereka bertemu dalam agenda yang berlangsung Juni lalu.

Washington sudah mengancam bakal mengeluarkan Turki dari program F-35 jika mereka masih nekat untuk membeli sistem pertahanan dengan kode NATO SA-21 Growler itu.

Bahkan, AS sudah memberikan tenggat waktu hingga 31 Juli supaya Ankara membatalkan pembelian. Jika tidak, pilot dan teknisi yang menjalani pelatihan F-35 bakal dikeluarkan.

Namun, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menolak untuk mundur dan mengatakan, dia yakin negaranya bakal terhindar dari sanksi setelah bertemu Presiden AS Donald Trump.

Comments are closed.