Korut: Rekonsiliasi hanya Ilusi, Jika Korsel masih Bersikukuh Membeli Jet Siluman F-35

0
263
Capt. Andrew “Dojo Olson, F-35 Demonstration Team pilot and commander performs aerial maneuvers in an F-35A Lightning II during the Heart of Texas Airshow April 7, 2019. The F-35 Demo Team performed their second show of the season bringing their new demonstration to central Texas. (U.S. Air Force photo by Senior Airman Alexander Cook)

PYONGYANG, NAWACITA – Langkah Korea Selatan yang membeli jet tempur siluman F-35 buatan Amerika Serikat disebut bakal mendorong Korea Utara untuk mengembangkan dan menguji persenjataan baru.

Pengembangan dan pengujian persenjataan khusus oleh Korea Utara itu terpaksa dilakukan untuk mengimbangi persenjataan baru yang dimiliki Seoul.

Otoritas Korea Selatan dianggap telah bertindak “tak tahu malu dan menyedihkan” karena menyerukan dengan lantang tentang rekonsiliasi dan kerja sama antara Utara dan Selatan, namun dengan tetap membeli lebih banyak persenjataan dari AS.

Pernyataan itu disampaikan seorang direktur penelitian kebijakan dari Institut Kajian Amerika di Kementerian Luar Negeri Korea Utara, yang tak disebutkan namanya, seperti dikutip kantor berita negara, KCNA.

“Tidak diragukan lagi bahwa pengiriman F-35A, yang juga dijuluki senjata siluman mematikan itu bertujuan untuk mempertahankan supremasi militer atas negara-negara tetangganya di kawasan itu.”

“Terutama untuk membuka ‘gerbang’ menyerang Utara saat terjadi situasi genting di Semenanjung Korea,” tulis pernyataan itu.

“Sementara kami, pada bagiannya, tidak memiliki pilihan lain selain mengembangkan dan menguji persenjataan khusus yan dapat sepenuhnya menghancurkan persenjataan mematikan yang ditingkatkan di Korea Selatan,” lanjut pernyataan, dikutip Reuters.

Korea Selatan telah menerima pengiriman pertama berupa dua unit jet tempur F-35 pada Maret lalu, dengan lebih banyak yang dijadwalkan akan tiba dalam tahun ini, seperti dikutip di kompascom.

Korsel telah mencapai kesepakatan pembelian total 40 unit jet tempur canggih itu dari AS, yang pengirimannya dijadwalkan hingga tahun 2021.

Kritik Korea Utara atas akuisisi militer Korea Selatan sebagai tindakan berbahaya yang akan memancing reaksi dari Utara itu muncul di tengah hubungan antara dua Korea yang terhenti.

“Otoritas Korea Selatan sebaiknya segera menyadari sebelum terlambat dan menghapus ilusi tak masuk akal tentang kesempatan meningkatkan hubungan antar-Korea yang akan datang jika mereka mengikuti jejak AS,” kata pernyataan pihak Korea Utara itu.