“Suplai Minyak ke Suriah”, Kapal Tanker Raksasa Iran ditahan di Inggris

0
161

Teheran – NAWACITA – Iran Amir Hatami (Menteri Pertahanan Iran), menggambarkan penahanan kapal tanker minyak raksasa Grace 1 oleh Marinir Kerajaan Inggris baru-baru ini, sebagai bentuk arogansi dan tindakan yang mengancam.

Kapal tersebut dihentikan dan ditahan Marinir Kerajaan Inggris di perairan Gibraltar pada Juli atas tuduhan mencoba mengirim minyak ke Suriah. Upaya memasok minyak ke Suriah merupakan pelanggaran sanksi Uni Eropa yang telah dijatuhkan terhadap rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad.

Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan pada hari Senin (8/7/2019) bahwa kapal tanker itu tidak dalam perjalanan menuju Suriah. “Tidak ada pelabuhan Suriah yang bisa digunakan untuk kapal Grace 1 berlabuh”. Kemenlu Iran berjanji akan menempuh serentetan tindakan politik, diplomatik dan hukum sehubungan dengan penyitaan kapal tanker oleh Inggris.

Dalam pidato di televisi yang dikelola pemerintah pada hari ini, Hatami memperingatkan bahwa Iran tidak akan menolerir tindakan arogansi yang ia sebut sebagai tindakan “perampokan”.

“Baru-baru ini, pemerintah Inggris, dalam langkah provokatif, menyita sebuah kapal tanker minyak yang dioperasikan Iran di lepas pantai Gibraltar, yang bertentangan dengan peraturan internasional dan komitmen para penandatangan Eropa terhadap perjanjian nuklir (Iran 2015),” kata Hatami.

Hatami menambahkan bahwa Teheran tidak tertarik pada perang melawan negara mana pun.