Viral, Kisah Haru Murid di Kamboja Dibuatkan Tas Rafia oleh Ayahnya

11
149

Kamboja,NAWACITA – Momen masuk sekolah adalah saat yang paling dinanti oleh sejumlah murid yang merindukan suasana sekolah setelah libur panjang. Namun, ada kisah yang mengharukan datang dari Kamboja. Seorang anak dibuatkan tas ransel oleh ayahnya dengan menggunakan rafia. Kisah ini menjadi viral, sejak salah satu pengguna Facebook, Sophous Suon, mengunggah foto siswanya tengah menggendong tas ransel, Senin (17/6/2019). Beberapa foto memperlihatkan tas rafia unik itu.

Unggahan ini pun menjadi viral di media sosial Facebook. Bahkan, hingga saat ini foto mengenai tas rafia ini telah disukai sebanyak 1.553 kali dan telah dibagikan sebanyak 6.204 kai oleh pengguna Facebook lainnya. “Saya sendiri yang mengambil foto muridku, NY Keng (5), saat di dalam kelas. Dia murid baruku,” ujar Sophous saat dihubungi Kompas.com melalui chat Facebook, Jumat (21/6/2019).

Sophous mengungkapkan bahwa dirinya merupakan seorang pengajar di Lumpat Primary School, Kamboja. Dia mengisahkan cerita tentang muridnya yang gigih meskipun menempuh jarak yang jauh ke sekolah, yaitu 3 kilometer. Anak itu juga tak malu bersekolah meski dengan perlengkapan seadanya.  Anak itu bersekolah dan menempuh perjalanan tanpa mengenakan sepatu. Selain itu, si anak juga tak malu mengenakan ayahnya yang sederhana.

Tas rafia yang dibuat oleh ayah Keng merupakan tas persegi berwarna biru dengan anyaman yang rapi di setiap polanya. Tidak hanya itu, sang ayah juga membubuhkan pengait dan tali ransel untuk memudahkan Keng membawa tas itu ke sekolah. Menurut dia, tas rafia ini unik dan ia juga sempat menanyai Keng dan teman-teman di kelas seputar tas baru itu. “Ayahnya membuat tas itu karena dia lihat bahan rafia yang tersisa di rumahnya. Kemudian, sang ayah membuat tas dari rafia itu dengan tiga pilihan mode yang berbeda,” ujar Sophous.

Sophous mengatakan bahwa Keng tinggal di Oda Commune Kamrieng, distrik Battambang, Provinsi Kamboja. Anak itu hidup dari keluarga miskin, di mana keluarganya baru saja kembali dari Thailand. “Ibu dan ayah NY Keng pekerja di Thailand,” ujar Sophous. Sementara itu, Sophous mengungkapkan bahwa Keng tidak begitu peduli belajar, karena ia masih belia. Oleh karena itu, setiap pulang sekolah, Keng membantu bibiya untuk menggembala sapi. (Sumber:Kompas.Com)

Comments are closed.