Kasihan! Tersesat dan Kelaparan, Beruang Kutub Berkeliaran di Tengah Kota

1
116

Moskow,NAWACITA – Sungguh kasihan, seekor beruang kutub yang kelaparan tersesat di wilayah Siberia yang berjarak ratusan kilometer dari habitat alaminya di Arktik. Beruang yang tampak kelelahan itu terpantau berkeliaran di tengah kota industri Norilsk, Siberia bagian utara yang masuk masuk wilayah Rusia.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (19/6/2019), beruang betina itu terlihat lemah dan tidak sehat. Beruang itu tampaK berbaring di tanah selama berjam-jam pada Selasa (18/6) waktu setempat di pinggiran Norilsk, dengan kakinya berlumuran lumpur.Beruang itu terkadang terbangun untuk mengendus makanan di sekitarnya.

Menurut aktivis pecinta lingkungan setempat, kemunculan beruang kutub ini menjadi momen pertama di kota Norilsk selama lebih dari 40 tahun terakhir. Pakar satwa liar setempat, Oleg Krashevsky, berhasil merekam aktivitas beruang kutub yang tersesat itu dari jarak dekat. Krashevsky menyatakan tidak diketahui jelas apa yang membawa binatang liar itu ke dalam kota. Namun dimungkinkan jika beruang kutub itu tersesat.

Krashevsky menyebut mata beruang kutub itu tampak berair dan diduga tidak bisa melihat dengan jelas. Perubahan iklim disebut telah merusak habitat beruang kutub yang dikelilingi laut dan es. Hal itu memaksa beruang-beruang kutub untuk mengais makanan di daratan, yang terkadang membawa beruang-beruang itu bertemu manusia dan mendatangi area-area permukiman.

Situasi darurat ditetapkan di sebuah wilayah terpencil di Rusia bagian utara pada awal tahun ini, ketika belasan beruang kutub yang kelaparan terpantau mengais makanan dan masuk ke gedung-gedung umum serta rumah-rumah warga.

Pakar satwa liar dari otoritas federal diperkirakan tiba di Norilsk pada Rabu (19/6) waktu setempat, untuk memeriksa secara menyeluruh kondisi beruang kutub itu.  Meski dicegah polisi untuk mendekat, warga setempat berusaha mengambil foto beruang kutub yang tersesat itu.

Dalam pernyataannya, Krashevsky menyebut tidak tahu secara jelas apa yang akan dilakukan terhadap beruang kutub itu karena tampaknya terlalu lemah untuk dikembalikan ke habitat aslinya.

Comments are closed.