Uni Eropa Sumbang 1,5 juta euro Untuk Korban Gempa-Tsunami di Palu-Donggala

10
225
Uni Eropa saat memberikan bantuan pada bencana gempa lombok.(Foto: Ist)

Jakarta, NAWACITA– Rasa simpati dari luar negeri terhadap bencana gempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah mulai berdatangan. Bantuan yang segera masuk berasal dari Uni Eropa (UE) yang  menyalurkan bantuan darurat senilai 1,5 juta euro atau Rp25,97 miliar.

Komisaris Eropa untuk Bantuan Kemanusiaan dan Manajemen Krisis Christos Stylianides dalam siaran pers yang diterima awak media di Jakarta, kemarin malam (30/9), menyatakan bantuan yang akan dikirimkan difokuskan kepada warga yang terkena dampak paling parah akibat bencana gempa – tsunami.

“Pendanaan kami akan membantu masyarakat yang paling rentan dengan menyediakan pasokan penting seperti makanan, tempat tinggal, air, sanitasi, serta persediaan media,” ujar Christos.

Penyaluran bantuan ini adalah wujud solidaritas UE kepada Indonesia, terutama kepada semua korban dan pihak-pihak yang bekerja keras dalam upaya penyelamatan.

Selain itu, Komisi Eropa juga mengerahkan seorang ahli kemanusiaan ke Sulawesi Tengah untuk membantu mengoordinasi penyaluran bantuan serta mengaktifkan layanan pemetaan satelit Copernicus darurat Uni Eropa.

Pusat Koordinasi Tanggap Darurat Komisi Eropa (ERCC) terus memantau perkembangan situasi pascabencana dan siap menyalurkan bantuan lebih lanjut jika diperlukan.

Gempa bumi berkekuatan 7,4 SR dengan pusat di kedalaman 10 kilometer pada 27 kilometer timur laut Donggala, Sulawesi Tengah, terjadi pada Jumat (28/9) pukul 17.02 WIB.

Gempa bumi ini telah memicu tsunami setinggi 0,5 hingga enam meter di pesisir barat Sulawesi Tengah.

Comments are closed.