Industri Didorong Berdayakan Penyandang Disabilitas

0
37

Jakarta NAWACITA – Kementerian Perindustrian memberikan perhatian kepada penyandang disablitas. Usai menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan kerja bagi Penyandang Disabilitas dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita, Menperin AIrlangga Hartarto menyampaikan, pihaknya mendorong industri yang beroperasi di Indonesia untuk memberdayakan para penyandang disabilitas dalam proses produksinya.

“Kami menyatakan tidak ada keterbatasan bagi penyandang disabilitas untuk bekerja di sektor industri,” kata Airlangga di Jakarta, Kamis.

Airlangga menyampaikan hal tersebut usai menandatangani Nota Kesepahaman tentang Pelatihan, Sertifikasi dan Penempatan kerja bagi Penyandang Disabilitas dengan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita.

“Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang menerima disabilitas sebagai pekerja, ada yang satu persen, dua peren, hingga ada yang 20 persen dari jumlah karyawannya,” paparnya.

Industri tekstil dan alas kaki, lanjut Menperin, selain memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan industri non migas, juga menjadi andalan dalam penyerapan tenaga kerja karena merupakan industri padat karya.

“Untuk itu, Program Diklat 3 in 1 akan lebih banyak difokuskan pada penyiapan sumber daya manusia di sektor industri tekstil dan alas kaki, tidak terkecuali bagi penyandang disabilitas,” ungkap Airlangga.

Airlangga menambahkan, terdapat 12 perusahaan industri, yakni tujuh industri alas kaki dan lima industri tekstil/garmen yang bersedia menerima tenaga kerja penyandang disabilitas lulusan Diklat 3 in 1.

Bahkan, ia memaparkan, salah satu perusahaan industri tersebut, yaitu PT Wangta Agung, berhasil memperoleh penghargaan dari Project Manager Program Mitra Kunci USAID dan Ayo Inklusif atas komitmennya dalam memberikan akses kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas.

“Untuk itu Kemenperin akan terus mendorong perusahaan industri lainnya dapat memperoleh penghargaan serupa, sebagai wujud kepedulian industri terhadap pemberdayaan terhadap penyandang disabilitas,” paparnya.

Tinggalkan Balasan